Mahasiswa Asing Ikut Mitigasi Hijau di Bantaran Sungai Bengawan Solo jadi Perhatian Warga
Para relawan dari Pekarya Sungai dan Sibat PMI Kota Solo, serta sejumlah mahasiswa UNS serta dari Belanda dan Jepang, melaksanakan resik-resik sungai
Penulis: yayan isro roziki | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Para relawan dari Pekarya Sungai dan Sibat PMI Kota Solo, serta sejumlah mahasiswa UNS serta dari Belanda dan Jepang, melaksanakan resik-resik sungai dan menanam akar wangi di bantaran Bengawan Solo, Sabtu (23/11) sore.
Kegiatan dipusatkan di bantaran bengawan yang masuk wilayah Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, tepatnya di sisi utara-bawah Jembatan Mojo.
Satu di antara mahasiswa asing yang turut dalam kegiatan, Mees Sofie Linders (20), mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut.
Ia terkesan dengan pola mitigasi hijau, dengan menanam akar wangi di bantaran sungai.
• Cari Ponsel Harga Rp 1 Jutaan? Ini Daftarnya Mulai Realme, Oppo hingga Samsung
• Ratusan Rider se Indonesia Ikuti Salatiga Downhill Championship 2019, Ada Juga Kelas Mantan Atlet
• Ironi Guru Honorer Banjarnegara di Seleksi CPNS 2019, Tak Bisa Daftar hingga Pengabdian jadi Ibadah
• Bupati Juliyatmono Kenalkan Potensi Wisata dan Kuliner Karanganyar di Acara Panggung Gembira
"Saya senang, menikmati kegiatan ini.
Menanam akar wangi merupakan pengalaman pertama bagi saya," ujar mahasiswi Rotterdam University, Belanda, di sela-sela kegiatan.
Dituturkan, belum lama ini tiba di Kota Bengawan bersama beberapa teman kampus dan supervisor akademiknya.
Ia dan rombongan akan tinggal selama kurang lebih empat bulan ke depan.
Selama itu, akan turut dalam sejumlah kegiatan yang ada di Kota Bengawan.
Baik kegiatan dengan civitas akademik dari kampus di Kota Solo, maupun kegiatan yang melibatkan elemen masyarakat lainnya.
"Kita akan tinggal dan mengikuti berbagai kegiatan di Kota Solo dan wilayah sekitarnya," ucap Mees.
Diakui, sambutan dari masyarakat dan relawan yang terlibat dalam kegiatan resik-resik sungai dan mitigasi hijau di bantaran Bengawan Solo cukup ramah dan menyenangkan.
"Saya enjoy, orangnya baik-baik dan ramah," tuturnya.
Kedatangan Mees dan kawan-kawannya, serta sejumlah mahasiswa asing lain dari Jepang tampak menarik perhatian masyarakat sekitar.
Terutama anak-anak, yang tak henti-hentinya mengelilingi Mess dan kawan-kawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/relawan-mitigasi-bengawan-solo.jpg)