DPRD Kota Semarang Kumpulkan Pengusaha Karaoke, Tolak Praktik Prostitusi

"Kami sangat menyayangkan praktik prostitusi ini beralih ke tempat karaoke yang notabenenya resmi sampai bahkan masuk ke ranah hukum," ungkap Anang.

DPRD Kota Semarang Kumpulkan Pengusaha Karaoke, Tolak Praktik Prostitusi
Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Komisi D DPRD Kota Semarang mengumpulkan sejumlah pengusaha karaoke di kantor DPRD Kota Semarang, Senin (25/11/2019). 

"Kami sangat menyayangkan praktik prostitusi ini beralih ke tempat karaoke yang notabenenya resmi sampai bahkan masuk ke ranah hukum," ungkap Anang.

Menurutnya, kejadian Zeus Karaoke ini menjadi alasan Komisi D bergerak cepat mengumpulkan para pengusaha karaoke.

"Sebenarnya kami akan bergerak masalah karaoke ini Januari atau Februari 2020, namun dengan adanya kejadian tersebut terpaksa kami percepat," ucapnya.

Anang melanjutkan, melalui pertemuan ini, diharapkan para pengusaha karaoke bisa memahami peraturan daerah (perda) kepariwisataan dan SOP perizinan hiburan.

Ia tidak ingin kasus Zeus Karaoke terjadi di tempat karaoke yang lain.

Pasalnya, kasus tersebut sudah masuk pelanggaran berat.

"Ini karaoke apa tempat prostitusi, kalau karaoke berkedok prostitusi kan tidak boleh dan ini layak untuk dicabut izinnya dan saya yakin penyidik akan melihat itu," papar Anang.

Lebih lanjut, selepas pertemuan ini, ia akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwsata (Disbudpar) terkait pengawasan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Satu Pintu (DPMPTSP) terkait izin usaha, dan Dinas tata Ruang (Distaru) terkait penataan ruangan dan lainnya.

Sehingga, kasus serupa tidak terjadi lagi.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari juga menyayangkan adanya kasus prostitusi di Zeus Karaoke.

Halaman
123
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved