Tim Verifikasi ODF Pemprov Jateng Sidak 8 Desa di Kabupaten Tegal, Ini Hasilnya
8 desa di Kabupaten Tegal disidak oleh tim verifikasi Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dari Pemerintah
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - 8 desa di Kabupaten Tegal disidak oleh tim verifikasi Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Selasa (26/11/2019).
Dalam pemeriksaan ini, tim verifikasi akan mengecek secara acak jamban pada 10 rumah di masing-masing desa.
Adapun delapan desa yang didatangi tim verifikasi adalah Desa Danasari, Dukuhtengah (Kecamatan Bojong), Cintamanik (Kecamatan Bumijawa), Sumbarang (Kecamatan Jatinegara), Batuagung (Kecamatan Balapulang), Dukuhjati Wetan (Kecamatan Kedungbanteng), dan Kelurahan Procot (Kecamatan Slawi).
Dalam hal ini, Bupati Tegal Umi Azizah menyambut baik kedatangan rombongan tim verifikasi ODF dari Pemprov Jateng itu.
Rombongan yang tiap timnya berisikan sembilan (9) orang itu pun disambut Umi Azizah di Pendapa Amangkurat Pemkab Tegal, Selasa (26/11/2019).
Di sela penyambutan, Umi mengatakan, pelaksanaan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kabupaten Tegal ditandai dengan deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama antara stakeholders.
• Kisah Mr Broto Jadi Guru dan Badut Panggilan, Tak Ingin Disebut Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
• Fajar Akan Rekomendasikan Pencabutan Izin kepada Karaoke yang Terbukti Ada Praktik Prostitusi
• Jalur Pantura Batang di 2 Kecamatan Gelap Tanpa Penerangan Jalan, Diduga Ada yang Curi Komponen PJU
• Pembangunan RSUD Mijen Alami Keterlambatan, Distaru Ancam Putus Kontrak
Berdasarkan Pemutakhiran Basis Data Terpadu, kata Umi, implementasi program sanitasi selama tiga tahun berturut-turut mampu membangun jamban keluarga sehat bagi rumah tangga miskin sebanyak 32.625 unit.
Menurut Umi, jumlah jamban tersebut dapat melayani kebutuhan sanitasi sebanyak 96.875 Kepala Keluarga (KK) dengan total anggaran senilai Rp. 63.225 miliar.
"Melalui kerja keras dan dukungan semua pihak, akses masyarakat kita pada sanitasi layak sudah mencapai 100 persen," ucap Umi.
Dia menjelaskan, program peningkatan akses sanitasi ini secara langsung dapat menurunnya angka kejadian diare dari 58.316 kasus pada tahun 2014 lalu menjadi 22.100 kasus di tahun 2019.
"Ini dirasa sangat signifikan. Selama lima tahun, kami dapat memangkas 50 persen lebih kasus diare di Kabupaten Tegal.
Sehingga tepat saat ini, akses sanitasi kita mencapai 100 persen," paparnya.
Sementara, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal Meliansyori berharap, tim verifikasi dari Provinsi Jateng tidak mendapati temuan apapun.
Sehingga, katanya, Kabupaten Tegal dapat dinyatakan sebagai Kabupaten Tegal bebas BABS.
"Namun jika di lapangan mendapati temuan, kita harus tindak lanjuti secara cepat.
Ketika sudah ditindaklanjuti, kami harus segera mengkonfirmasikan ke Provinsi dengan mengirimkan bukti foto sebelum dan sesudah temuan," jelasnya. (Tribunjateng/gum).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sidak-odf-tegal.jpg)