Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Asik, Wisatawan Bisa Jalan-jalan Pakai Motor Listrik di Kota Lama Semarang

Wisatawan bakal dimanjakan dengan hadirnya 5 sepeda listrik yang dapat digunakan untuk jalan-jalan keliling Kota Lama Semarang.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mencoba motor listrik roda tiga di Kawasan Kota Lama Semarang, Kamis (5/12/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wisatawan bakal dimanjakan dengan hadirnya 5 sepeda listrik yang dapat digunakan untuk jalan-jalan keliling Kota Lama Semarang.

5 sepeda listrik itu merupakan hibah dari PT Volta Indonesia Semesta untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Pemberian hibah tersebut pun disambut hangat oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, di Kawasan Kota Lama, Kamis (5/12/2019).

"Volta memberikan bantuan lima sepeda listrik untuk masyarakat Kota Semarang lewat hibah ke Pemkot.

Ini nanti bisa dipakai muter kawasan Kota Lama.

Kalau nanti malam sudah dicharge, sepeda listrik besok sudah bisa dipakai.

Siswa SMK Muhammadiyah Kesesi Pekalongan Ciptakan Robot Tempat Sampah, Punya Sensor Pemindai

Diversifikasi Pangan, Kadispertan Karanganyar : Jagung Pengganti Beras, Ubi Diolah Seperti Mocaf

Yusril Restui Harry Dharman Maju Pilwakot Semarang 2020 Lawan Hendrar Prihadi

Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Dapati Fakta Hanya 13 Minimarket yang Punya Izin Usaha Toko Modern

Kalau mau dipinjam silakan," tutur Hendi, sapaannya.

Adanya transportasi ini, Hendi ingin, masyarakat bisa mulai mengenal transportasi yang tidak menimbulkan polusi udara di Kota Semarang.

Sehingga, dapat menciptakan kawasan biru di Kota Semarang.

"Sepeda listrik ini tidak ada suaranya, saya berharap nanti motor listrik bisa ada suaranya agar orang disekitarnya bisa mengetahui ada yang lewat," ujarnya.

Kedepan, ia juga ingin truk dan kendaraan besar lainnya bisa dicarikan alternarif jalan lain agar tidak melewati Kota Lama.

Dinas terkait harus bisa menbatasi tonase kendaraan yang melintasi Kota Lama.

Di sisi kain, ia juga terus mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan merawat Kota Lama Semarang agar tetap cantik dan selau menjadi jujukan wisata di Kota Lunpia.

"Kalau tidak dirawat nanti kotor, kumuh, orang enggan untuk datang.

Ayo kita rawat bareng-bareng supaya potensi semakin berkembang," ajaknya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved