Selama 2019, 1.576 Perempuan Gugat Cerai Suaminya di Pekalongan

Selama bulan Januari hingga November 2019 Pengadilan Agama (PA) Kajen Kelas 1.B, mencatat 1.984 berkas perkara penceraian.

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Selama bulan Januari hingga November 2019 Pengadilan Agama (PA) Kajen Kelas 1.B, mencatat 1.984 berkas perkara penceraian.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kajen, Aristyawan mengungkapkan dari total jumlah perkara tersebut, 1.576 kasus merupakan cerai gugat, dan sisanya 408 adalah cerai talak.

"Artinya, selama bulan Januari hingga November 2019 ada 1.576 perempuan di Kabupaten Pekalongan yang menggugat cerai suaminya," kata Aristyawan saat ditemui Tribunjateng.com di kantornya, Selasa, (10/12/2019).

Menurutnya, perbandingan permohonan cerai dari pihak perempuan masih mendominasi dari tahun ke tahun.

"Dari data yang ada, itu artinya perempuan lebih banyak meminta cerai dibanding laki-laki," ungkapnya.

Kisah Indri Suwarti Anak Seorang Kuli Angkut Truk Pasir Jadi Wisudawan Terbaik Unsoed Purwokerto

Mundjirin Ingatkan Perangkat Desa Berhati-hati dalam Bertindak Agar Tak Viral

3 Rumah Warga Rusak Berat Ditimpa Pohon Tumbang di Purbalingga

Aris mengungkapkan, faktor penyebab perceraian terbanyak yaitu faktor perselisihan dan pertengkaran terus menerus dengan jumlah 871 perkara.

Lalu, meninggalkan salah satu pihak dengan 491 dan disusul faktor ekonomi dengan jumlah perkara 436.

"Tahun ini, faktor perselisihan mendominasi angka perceraian suami istri di Kabupaten Pekalongan," jelasnya.

Pihak Pengadilan Agama selalu mengupayakan perdamaian terhadap kedua belah pihak, sejak sidang pertama hingga pembacaan putusan pengadilan.

Jika mediasi berhasil, maka perkara bisa dicabut.

Namun sayangnya, sebagian besar perkara yang dimediasi itu gagal untuk rujuk, dan telah mencapai putusan cerai. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved