Mundjirin Ingatkan Perangkat Desa Berhati-hati dalam Bertindak Agar Tak Viral

Bupati Semarang Mundjirin mengingatkan para perangkat desa agar menjaga mutu pelayanan umum pada masyarakat.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: muh radlis
IST
Bupati Semarang Mundjirin mengingatkan para perangkat desa agar menjaga mutu pelayanan umum pada masyarakat. Hal tersebut ia sampaikan saat membuka acara Pembinaan Administrasi Desa Bagi Perangkat Desa se-Kabupaten Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang Ungaran pada Selasa (10/12/2019) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bupati Semarang Mundjirin mengingatkan para perangkat desa agar menjaga mutu pelayanan umum pada masyarakat.

Hal tersebut ia sampaikan saat membuka acara Pembinaan Administrasi Desa Bagi Perangkat Desa se-Kabupaten Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang Ungaran pada Selasa (10/12/2019) siang.

Ia menyampaikan hal tersebut sebagai pengingat bahwa apapun yang dilakukan oleh para perangkat desa menjadi panutan dan tuntunan bagi warga.

Setiap gerak-gerik mereka, baik secara profesional maupun dalam hal pribadi menjadi perhatian warga.

"Hati-hati dalam bekerja sebab Saudara diawasi oleh masyarakat.

Kesalahan kecil saat melayani warga bisa menjadi viral di media sosial," pesannya.

3 Rumah Warga Rusak Berat Ditimpa Pohon Tumbang di Purbalingga

Pemprov Jateng Minta Wajib Tanam Bawang Putih bagi Importir Tetap Berlaku

Mundjirin mencontohkan ketika ia mendapat laporan lewat aplikasi perpesanan yang mengabarkan kantor desa di Kabupaten Semarang dalam keadaan kosong tanpa adanya perangkat.

Padahal saat itu merupakan jam kerja dan tentunya menjadi jam pelayanan.

Mendapatkan laporan demikian Mundjirin pun mengajak para perangkat desa dan kepala desa untuk menjamin mutu pelayanan umum semakin baik.

Dengan semakin baiknya pelayanan di masyarakat, tercapai pula kinerja perangkat desa yang baik.

Mundjirin juga mengajak para perangkat desa untuk menyelesaikan administrasi desa dan aktif belajar untuk meningkatkan kemampuan individu.

Ia mengingatkan hal tersebut terkait dengan pengelolaan dana desa yang nominalnya mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Penguasaan administrasi pengelolaan keuangan dengan baik dapat meminimalis potensi pelanggaran hukum atas penyelewengan dana desa.

"Jika para perangkat desa menguasai administrasi pengelolaan keuangan dengan baik maka potensi pelanggaran hukum akan dapat ditekan," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Heru Purwanto menjelaskan pembinaan administrasi desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) diikuti oleh 624 perangkat dari 208 desa di Kabupaten Semarang.

Acara ini berlangsung sejak Senin (9/12/2019) dan akan berakhir pada Rabu (11/12/2019).

Kegiatan diisi pembinaan terhadap 208 sekretaris desa tentang administrasi desa dan kearsipan, selanjutnya 208 kepala urusan umum dan perencanaan akan mendapat materi tentang standar minimal pelayanan desa, dan ditutup 208 kepala seksi (Kasie) pemerintahan desa akan mengikuti pembinaan tentang profil desa.

"Materi tersebut sangat penting dan perlu dikuasai para perangkat desa sebagai garda terdepan pelayanan umum kepada warga desa sehingga standar minimal pelayanan dan administrasi desa dapat terlaksana sesuai regulasi yang ada," urainya.

Pada acara tersebut, narasumber yang dihadirkan berasal dari Dispermasdes dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jawa Tengah, Dispermasdes dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Semarang. (arh)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved