Gedung Parkir Pandanaran Sudah Siap Digunakan, Dewan Minta Dikelola Secara Baik
Pembangunan gedung mulfitungsi di Jalan Pandanaran yang dijadikan sebagai lahan parkir, kantor Dinas Kesehatan, sekaligus Puskesmas Pandanaran,
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pembangunan gedung mulfitungsi di Jalan Pandanaran yang dijadikan sebagai lahan parkir, kantor Dinas Kesehatan, sekaligus Puskesmas Pandanaran, diapresiasi oleh DPRD Kota Semarang.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono mengatakan, gedung baru 11 lantai tersebut cukup representatif.
Pembangunan juga dilakukan sesuai dengan kontrak.
Selain menjadi kantor pemerintahan dan layanan kesehatan, gedung tersebut akan menjadi pemecah kemacetan di pusat oleh-oleh Pandanaran.
Karena itu, ia meminta dinas terkait dapat mengelola secara baik.
• Sikal Temukan Siti Maryam Sudah Tak Bernyawa di Dalam Sumur Kecil Berdiameter 65 Cm
• Ganjar Pranowo : Persoalan Datang, Ulama Jadi Solusi Pertama
• Kenapa Wapres Lebih Suka Pakai Sarung? Ini Jawaban Kocak KH Maruf Amin
• Spanduk Dukungan Untuk Gibran Ada di Tempat Terlarang, Satpol PP Kota Solo : Kami Tak Tebang Pilih
"Catatannya pengelola gedung harus dipersiapkan betul-betul," ucap Suharsono.
Dikatakan, gedung parkir Pandanaran tersebut hanya bisa untuk menampung kendaraan pribadi.
Sementara, kendaraan umum semisal bus pariwisata tidak dapat masuk ke gedung tersebut.
Sehingga, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang harus tetap mempersiapkan lahan parkir untuk bus pariwisata.
"Bus-bus besar ada tempat tersendiri, misal di Museum Mandala Bhakti.
Sekarang sudah difasilutasi kendaraan, ada kendaraan elf yang siap mengantar pengunjung," katanya.
Senada, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Rukiyanto juga mengapresiasi pembangunan Gedung Parkir Pandanaran.
Menurutnya, secara keseluruhan gedung tersebut cukup bagus.
"Kami cukup bangga karena ini inovasi pembangunam di Kota Semarang.
Ini patut diapresiasi," katanya.
Ia memperkirakan gedung parkir yang baru dapat menampung sekitar 150 mobil.
Menurutnya, ini bisa mengcover kendaraan yang datang silih berganti pada hari-hari biasa.
Namun, di waktu-waktu tertentu yang cukup ramai, gedung tersebut masih kurang untuk menampung kendaraan.
Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, M Irwansyah mengatakan, gedung tersebut sudah rampung pembangunan dan masih dalam masa perawatan.
"Perawatan salama enam bulan.
Setelah masa perawatan habis kami serahkan ke dinas terkait masing-masing untuk melakukan perawatan," tutur Irwan.
Irwan mengatakan, saat ini memang belum dilakukan serahterima dari Distaru kepada dinas terkait baik Dinas Kesehatan maupun Dinas Perhubungan.
Namun, ia memastikan, gedung tersebut sudah dapat difungsikan dan ditempati awal 2020.
"Bergantung masing-masing dinas akan mulai menggunakan kapan," ucapnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jembatan-penyebrangan-orang-jpo-yang-menghubungkan-gedung-parkir-pandanaran.jpg)