Heboh Pohon Rambutan Menangis di Pekalongan, Polisi Bertindak hingga Gandeng Banser dan Anshor
Menurutnya, pohon yang meneteskan air ini sudah viral di sosial media, sehingga banyak warga yang berbondong-bondong ke lokasi
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muslimah
Marzuki menekankan bahwa pohon yang mengeluarkan air itu tidak ada berbau mistis. Hanya ini fenomena biasa.
Menurutnya, pohon yang mengeluarkan air itu terjadi pada malam hari.
"Kalau siang hari, pohon ini tidak mengeluarkan air," ungkapnya.
Ia mengungkapkan semenjak viral di sosial media. Banyak warga yang berdatangan dan melihat fenomena ini.
"Sejak hari Kamis, (12/12/2019) hingga sekarang banyak yang datang untuk melihat pohon yang mengeluarkan air ini," jelasnya.
Marzuki menambahkan upaya yang dilakukan warga setempat usai pohon rambutan yang meneteskan air itu menjadi viral, setiap malam para pemuda mengatur arus lalu lintas di sekitaran lokasi.
Sementara itu, Sekretaris Desa Petukangan Ari Susanti mengatakan fenomena seperti ini bisa diilmiahkan.
"Sebelum saya baca-baca mengenai fenomena ini, saya pikir di bawah pohon tersebut aliran airnya melimpah. Sehingga banyak pohon yang subur."
"Namun, setelah saya baca ternyata pohon yang meneteskan air itu sangat logis," katanya.
Kemudian, mengenai keluarnya air yang hanya terjadi pada malam hari menurutnya karena penguapan saat siang hari.
"Mungkin sinar matahari secara langsung membuat air menguap. Sehingga air tidak ada yang jatuh di siang hari," ucapnya.
Aris menambahkan, sebagai pemerintah desa pihaknya mengimbau bagi masyarakat yang ingin melihat untuk menjaga kondusifitas keamanan di Desa Petukangan, Kecamatan Wiradesa.
"Kalau mau datang dan lihat silahkan. Tapi saya tekankan bahwa fenomena ini adalah hal yang biasa dan bisa diilmiahkan," tambahnya.
Terpisah Amelia (12) warga Desa Slirejo, Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan mengatakan ia bersama teman-teman sengaja datang ke pohon menangis ini karena penasaran.
"Penasaran saya mas dan juga pohon ini viral di sosial media, akhirnya saya teman-teman datang ke lokasi pohon menangis," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pohon-rambutan-menangis-1.jpg)