Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

OCBC NISP Andalkan Teknologi Perbankan Terus Memacu Kredit UMKM

Bank menegah terus mematangkan strategi untuk mendorong penyaluran kredit di segmen UMKM,

tribunjateng/dok
OCBC NISP di Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Bank menegah terus mematangkan strategi untuk mendorong penyaluran kredit di segmen UMKM, dengan batas minimum yang dipatok oleh pemerintah sebesar 20 persen.

PT Bank Woori Saudara Tbk mengaku sudah melampaui batas minimum kredit UMKM di tahun ini. Direktur Kepatuhan Bank Woori Saudara, I Made Mudiastra mengatakan, porsi per November 2019 tercatat sudah mencapai 32,75 persen atau sebesar Rp 8,77 triliun.

Meski demikian, penyaluran kredit UMKM memerlukan keahlian khusus. Pun, jumlah permintaannya saat ini tidak begitu besar. Alhasil, pertumbuhan selalu konsisten di kisaran 8-10 persen secara yoy pada akhir tahun.

Dari sisi sektor usaha, menurut dia, beberapa yang menjadi sasaran utama Bank Woori Saudara yakni sektor pengolahan, garmen, pengangkutan, perdagangan, dan industri lain.

Senada, Bank OCBC NISP menyebut, porsi kredit UMKM saat ini sudah menembus 60 persen pada kuartal IV/2019. Pencapaian itu, menurut Presiden Direktur OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, sudah meningkat dibandingkan dengan September 2019 lalu sebesar 57 persen.

Namun, ia mengakui, mayoritas kredit yang disalurkan merupakan segmen UKM. Perseroan itu sejak 2010 sudah mengurangi dan menghilangkan kredit mikro.

Persaingan

Hal itu lantaran kesulitan dalam menghadapi persaingan. Pasalnya, kredit mikro membutuhkan infrastruktur yang cukup besar untuk menjangkau pasar.

Adapun, jika digabungkan dengan segmen mikro, porsi UMKM OCBC NISP baru menjadi 18 persen.

Meski demikian, Parwati meyakini, pada 2020 porsinya bakal bisa mencapai 20 persen. "Kami merasakan sendiri segmen UKM terus saja tumbuh," ujarnya.

Agar dapat mendongrak pertumbuhan kredit UMKM, pihaknya terus mengembangkan layanan, termasuk satu strateginya yakni dengan mengandalkan kecanggihan teknologi untuk menggaet calon debitur potensial di segmen UKM.

Adapun, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) per September 2019 lalu baru mencatatkan porsi kredit UMKM sekitar 13 persen.

Sekretaris Perusahaan Bank BJB, Muhammad Asadi Budiman memperkirakan, tahun ini rasio tersebut bakal ada di kisaran 13-14 persen.

Satu penopang adalah peningkatan pada bisnis kredit mikro perseroan itu yang sudah tumbuh 9,4 persen dibandingkan dengan tahun lalu, atau year on year (yoy).

"Terkait dengan posisi minimum 20 persen, kami sedang menuju ke sana. Tentu dengan menjaga pertumbuhan yang berkualitas," ujarnya.

Menurut dia, bisnis mikro BJB tahun depan berpeluang untuk tumbuh lebih deras. Sebabnya, pada 2020 BJB akan mendapatkan jatah program kredit usaha rakyat (KUR) oleh pemerintah yang nilai alokasinya mencapai Rp 1 triliun. (Kontan/Marshall Sautlan)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved