Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

SMKN Jenawi Karanganyar Luncurkan Aplikasi Smart School

SMKN Jenawi Karanganyar mulai menerapkan penggunaan teknologi dalam sistem pengelolaan sekolah, dengan meluncurkan aplikasi Smart School

Penulis: Agus Iswadi | Editor: M Syofri Kurniawan
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jateng, Eris Yunianto (kanan) dan Kepala SMKN Jenawi, Sri Eka Lelana (kiri). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - SMKN Jenawi, Kabupaten Karanganyar, mulai menerapkan penggunaan teknologi dalam sistem pengelolaan sekolah.

Itu ditandai dengan peluncuran aplikasi Smart School yang dilaksanakan Rabu (18/12/2019).

Kepala SMKN Jenawi, Sri Eka Lelana, mengatakan, aplikasi Smart School sudah dirancang sejak Oktober 2019.

Penggunaan teknologi itu telah diuji coba dalam pelaksanaan ujian akhir semester pada November 2019.

"Jadi, saat ujian tidak menggunakan kertas, tapi sudah berbasis android. Bagi siswa yang belum siap, pihak sekolah menyediakan ruang laboratorium untuk mengerjakan," katanya kepada wartawan, seusai acara, Rabu (18/12/2019).

Dijelaskannya, Smart School merupakan pengelolaan atau manajemen sekolahan berbasis teknologi informasi (TI).

Seluruh warga sekolah dapat mengakses web sekolahan, bukan hanya soal nilai rapot dan absensi.

"Bahkan program sekolahan bisa diakses di aplikasi itu, sehingga tidak hanya berhenti dalam penggunaan teknologi dalam ujian saja," jelasnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Jateng, Eris Yunianto, menambahkan, konsep ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi sekolah lain yang ada di Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI.

Pada prinsipnya, ada kolaborasi antara orangtua dan sekolahan.

"Kelemahan anak selama mengikuti proses pembelajaran bisa diketahui orangtua," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jumeri, menyampaikan, konsep Smart School merupakan basis teknologi yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Seiring berkembangkan era 4.0, teknologi dapat membantu dalam kegiatan belajar mengajar.

"Sampai saat ini sudah ada sekitar 30 persen SMA/SMK di Jateng yang telah menerapkan konsep Smart School. Kita akan terus kembangkan. Ini praktis, murah biayanya, tidak menggunakan banyak kertas, dan bisa diakses orangtua. Kita akan kaji terus, kurangnya apa. Semisal kurang sarprasnya nanti kita bantu," katanya, saat ditemui seusai acara.

Menurutnya, Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas bisa diciptakan melalui pendidikan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved