Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Filosofi Minum Teh Mengandung Makna Kesabaran, Ini Penjelasan Lengkapnya

Teh sering hanya menjadi minuman sekelas pelepas dahaga. Padahal, dalam minuman teh, terdapat filosofi mendalam, di antaranya makna kesabaran.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
ISTIMEWA
Jamuan minum teh di Bale Branti Kemuning Ngargoyoso Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Teh biasanya hanya menjadi minuman pelepas dahaga. Padahal, di dalam meminum teh, terdapat filosofi mendalam, di antaranya terkandung makna kesabaran.

Hal ini disampaikan pemerhati teh asal Karanganyar, Bambang Doyo Suprapto.

Bambang mengatakan, filosofi tersebut terkadung dalam proses penyajian teh.

"Ada proses yang berlangsung sebelum secangkir teh bisa dinikmati. Misalnya, saat menyajikan teh poci. Sebenarnya, minum teh poci itu tidak boleh diaduk untuk mengajarkan kesabaran.

Awalnya, minum teh itu pahit, lama kelamaan akan manis," ujarnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (16/12/2019).

Dari segi kesehatan, teh kerap digunakan di klinik herbal untuk pengobatan. Selain memiliki khasiat untuk kesehatan juga untuk kecantikan.

"Saat ini, sudah tercipta sekitar 450 varian teh di dunia. Saat ini kita sajikan empat varian teh lokal. Ada teh hitam, teh hijau, teh olong dan Earl grey," ungkap Bambang.

Melihat manfaat dan filosofi yang terkandung dalam minum teh, Bambang dan pegiat teh merasa perlu mengampanyekan budaya minum teh kepada masyarakat.

Bukan lagi sekadar pelepas dahaga tetapi tradisi dimana terkandung unsur menikmati bahkan interaksi kehangatan dengan sesama.

Upaya yang dilakukan satu di antaranya lewat acara bertajuk Afternoon Tea Sweet and Savory yang digelar di Bale Branti, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Minggu (15/12/2019) sore.

Dalam acara tersebut, para pegiat teh mengadakan jamuan minum teh bercita rasa lokal sekaligus untuk memeringati Hari Teh Dunia, 15 Desember.

"Selama ini, banyak ditemui kedai-kedai kopi tapi jarang ada tea house.

Melalui ini, kami ingin menggiatkan budaya minum teh. Selama ini teh masih menjadi minuman sekelas pelepas dahaga.

Bukan menjadi tradisi minum teh, padahal minum teh adalah warisan leluhur," katanya.

Selain mengadakan jamuan minum teh, dalam kesempatan itu juga dihadirkan pegiat teh, produsen teh dan ahli kesehatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Bagaimana khasiat teh, ragam varian teh serta cara menyajikan dan menikmati teh.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved