Bisnis Properti 2019 Bikin Pengembang Pontang-panting, DPD REI Jateng: 2020 Diprediksi Lebih Baik
Bisnis properti pada 2019 membuat para pengembang, khususnya DPD REI Jawa Tengah, pontang-panting
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bisnis properti pada 2019 membuat para pengembang, khususnya anggota Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Jawa Tengah, pontang-panting.
Alasannya, karena target program rumah subsidi pemerintah naik, dari 1 juta unit menjadi 1,2 juta unit rumah, tapi dana yang disiapkan tidak bisa turun, sehingga hanya mampu merealisasikan 600 ribu unit rumah secara nasional.
Ketua DPD REI Jateng, MR Prijanto, menjelaskan, khusus di Jateng, dari rencana 11.000 unit rumah baru terealisasi sekitar 6.000 unit.
Pada November, berkat desakan teman-teman REI kepada pemerintah, disetujui tambahan dana sekitar Rp 2 triliun.
"Tapi pada kenyataannya, tambahan Rp 2 triliun atau setara 150 ribu unit rumah yang sesuai rencana akan diberikan pada bulan November sampai saat ini belum bisa cair dananya. Sedangkan 2020, pemerintah menjanjikan program 1 juta rumah akan dilanjutkan," tutur Prijanto, pada Tribunjateng.com, Senin (23/12).
Adapun dari total 150 ribu rumah unit tadi, menurut Prijanto, tidak dibagi merata, tapi lebih kepada siapa yang paling siap untuk transaksi dan bangunan sudah jadi.
Semisal dibagi rata di 35 provinsi, lanjutnya, jumlahnya cukup sedikit.
"Setiap tahun, kami menargetkan membangun 10.000 unit rumah subsudi. Sedangkan untuk rumah nonsubsidi income-nya pada 2019 juga menurun terlihat dari gelaran pameran yang turun hampir 15 persen," terangnya.
Saat ini, market properti menengah atas atau nonsubsidi lebih banyak diminati masyarakat, terutama untuk yang harganya di kisaran Rp 400 jutaan sampai Rp 1 miliar.
Kenapa demikian? Prijanto menyebut, karena sesuai kemampuan untuk membayar angsuran.
"Harapan kami, program 1 juta unit rumah akan tercapai, bahkan lebih. Mengingat stok di teman-teman REI seluruh Indonesia, termasuk Jateng, ada yang stoknya sampai 200 unit rumah sudah siap dan pembebasan lahan juga sudah siap. Jadi saya prediksi tahun depan akan lebih bagus," tutupnya. (dta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/mr-prijanto-beri-keterangan.jpg)