Rumah Aira, Magdalena Tak Lelah Jaga Asa para ODHA
"Mah.. Beli eksrim," teriak Aira ketika melihat penjual es krim melintas di depan Rumah Singgah Aira, di Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang, Kota
Penulis: iwan Arifianto | Editor: muh radlis
Total yang pernah menghuni 29 orang, yang berasal baik dari Jawa Tengah maupun luar pulau Jawa.
Kini mereka telah sehat, lalu kembali ke keluarga mereka masing-masing.
"Ada yang kembali bekerja, sekolah, , dan aktifitas lainnya," katanya.
Magdalena juga prihatin dengan kondisi penyebaran virus HIV/AIDS.
Dia menyebut Jawa Tengah saat ini berada di posisi ke lima tingkat Nasional untuk penyebaran virus yang belum ditemukan obatnya ini.
"Saya juga banyak menemukan bayi dengan kondisi mengidap HIV.
Apa daya keterbatasan kekuatan dan tenaga tidak memungkinkan saya mengadopsi mereka semua," katanya.
Namun, Magdalena terus berusaha keras.
Rencana tahun depan akan membeli satu unit rumah seharga Rp 500 juta untuk dapat lebih banyak menampung para ODHA atau bayi lahir dengan HIV.
"Doakan saja semoga rencana Kami terealisasi.
Terima kasih juga dukungan para donatur yang telah membantu upaya kami," tutupnya. (iwn)