Retribusi Parkir Pasar Induk Kajen Pekalongan Baru 47 Persen, Komisi B DPRD: Diduga Banyak Permainan

Meski setiap hari dalam kondisi ramai, parkir di lingkungan Pasar Induk Kajen belum mencapai target.

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Meski setiap hari dalam kondisi ramai, parkir di lingkungan Pasar Induk Kajen belum mencapai target.

Hingga akhir tahun 2019, pemasukan dari retribusi parkir baru mencapai 47 persen.

Mengetahui hal tersebut, Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan, yang tengah melaksanakan kunjungan kerja, geram karena diduga banyak kebocoran.

Kepala UPT Pasar Induk Kajen, Sunaryo, mengatakan, target retribusi parkir di tahun 2019 yakni Rp105 juta.

Setiap hari, setoran dari juru parkir sekitar Rp280 ribu.

"Pasar buka dari pukul 05.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB," kata Sunaryo kepada Tribunjateng.com, Senin (30/12/2019).

Menurutnya, pengelolaan retribusi parkir melalui kontrak.

Sekarang, baru masuk Rp53 juta atau sekitar 47 persen dari target yang sudah ditentukan.

"Saya menjadi kepala Pasar Kajen baru lima bulan, jadi belum mengetahui secara persis apakah kalau tak memenuhi target akan diputus kontrak atau tidak," jelasnya.

Sementara itu, Candra Saputra, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pekalongan, yang mengetahui jebloknya capaian target retribusi parkir, geram.

Bahkan, sejumlah anggota dewan meminta kepada dinas terkait, apabila pihak pengelola tidak memenuhi target, agar diputus kontrak.

"Tidak tercapai target retribusi parkir pasar, hal ini menjadi bahan evaluasi ke depan," katanya.

Menurut dia, tidak tercapainya target ini dikarenakan banyak kebocoran.

"Harusnya, ketika tidak memenuhi target, langsung putus kontrak. Mengapa seperti itu kok terus dipertahankan. Ini semua ada apa? Ini pasti ada ketidakberesan," tambahnya. (dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved