Breaking News:

Gudang Rosok yang Digrebek Polres Brebes Sudah 7 Tahun Edarkan Botol Pestisida Palsu

Polres Brebes menyita jutaan botol bekas pestisida yang siap didaur ulang dalam penggrebekan gudang rosok di RT 2 RW 3, Desa Dukuhturi, Kecamatan

Penulis: m zaenal arifin | Editor: muh radlis

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Polres Brebes menyita jutaan botol bekas pestisida yang siap didaur ulang dalam penggrebekan gudang rosok di RT 2 RW 3, Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, Kamis (2/1/2020).

Penggrebekan dilakukan terkait jaringan pembuatan pestisida palsu.

Dari keterangan pelaku daur ulang botol bekas yang ditangkap petugas, Ayub, gudang tersebut sudah beroperasi selama 7 tahun.

Dalam kurun waktu itu, pelaku menutupi praktiknya dengan menjadikan gudang rosok.

"Dari luar tampak gudang rosok, tapi setelah kita geledah ternyata di tempat ini, botol bekas pestisida didaur ulang," kata Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Tri Agung Suryomicho.

200 Kecelakaan Terjadi di Jawa Tengah Selama Pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2019

20 Ribu Wisatawan Tutup Tahun di Kawasan Wisata Dieng

Sampah di Sungai di Demak Ini Menumpuk hingga Air Tak Kelihatan, Khasan : Baunya Sampai Musalah

Enggan Lapor Polisi karena Tak Mau Repot, Mashuri Doakan Pembacok Anaknya Segera Insaf

Botol-botol bekas yang telah didaur ulang di antaranya botol pestisida merek Gordon, Blivion, Elang, Roundup, Amistar Top, Regent, Sumo, Prevathon, Gramoksone, Skor dan lainnya.

Berbagai botol bekas hasil daur ulang itu oleh para pelaku tidak hanya diedarkan di wilayah Brebes saja, melainkan ke berbagai daerah di Indonesia.

Jutaan botol bekas pestisida yang terkumpul diperoleh dari para pemulung atau tukang rosok yang disebar oleh pelaku Ayub.

Hasilnya kemudian dikirim ke gudang tersebut dan didaur ulang sehingga menjadi baru lagi.

"Oleh mereka setelah didaur ulang itu dikirim keberbagai daerah.

Seperti, Sumatera, Medan, Jawa Barat, Jakarta dan lainnya," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, gudang tersebut hanya mendaur ulang botol bekas pestisida saja.

Namun, untuk pengisian pestisida palsu, dilakukan di tempat lain.

"Jadi, ini kaitannya dengan jaringan pembuat pestisida palsu yang selama ini meresahkan para petani," ucapnya. (Nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved