Tentara dan Polisi Berjibaku Bantu 2 Warga di Demak yang Rumahnya Rubuh Diterjang Hujan dan Angin
Hujan deras disertai angin kencang robohkan dua rumah warga di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jumat (3/1/2020) Sore.
Penulis: Moch Saifudin | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Hujan deras disertai angin kencang robohkan dua rumah warga di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jumat (3/1/2020) Sore.
Dalam kejadian itu, rumah milik Sukilah (73) di Dukuh Cabean Tengah Ngemplik, Desa Sidorejo RT 5 RW 6, ambruk setelah diterjang angin.
"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kendati demikian, korban mengalami kerugian sekira Rp 30 juta," jelas Danramil 13/Karangawen Kapten Arm Imam Sunandar dalam keterangan Pendim 0716/Demak, Sabtu (4/1/2020).
Lanjutnya, kejadian yang sama juga menimpa warga Dukuh Noreh RT 4 RW 9, Desa Wonosekar, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak rumah milik Jeminah (67).
• Kota Tegal Punya Mualaf Center, Kemenag Tegal : Agar Tak Salah Aliran
• Cuaca Ekstrim Diprediksi Masih Terjadi Beberapa Hari Lagi di Brebes, BPBD Imbau Warga Selalu Siaga
• Menyusuri Jalan Pandanaran, Pusat Oleh-oleh di Kota Semarang
• Stadion Citarum jadi Pilihan PSIS Semarang Menggelar Laga tapi Ada Syaratnya
Ia menambahkan, setelah mendapatkan laporan tentang adanya peristiwa tersebut, anggota Koramil 13/Karangawen serta anggota Polsek Karangawen terjun ke lokasi dan melakukan kerjabakti bersama warga.
"Berdasar informasi yang dihimpun dari saksi, rumah milik ibu Sukilah yang terbuat dari kayu dalam kondisi sudah miring, kemudian di Sidorejo lagi hujan disertai angin yang mengakibat rumah kayu korban roboh, juga menimpa pagar rumah tetangganya," terangnya.
Lanjutnya, kebetulan rumah korban saat itu kosong dikarenakan pergi ke Kendal ikut anaknya.
“Kita telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan.
Kita berharap, saat musim hujan seperti ini warga tetap waspada karena kerap kali hujan disertai angin kencang.
Tidak hanya pohon, tapi rumah juga bisa roboh kena angin,” jelasnya.
Sementara Babinsa Sidorejo Koramil 13/Karangawen Koptu Ahmad Jumadi mengatakan, kejadian bermula ketika hujan berlangsung tiba-tiba disertai angin kencang berhembus dengan suara menderu-deru.
Lanjutnya, warga yang panik kemudian keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
”Rumah korban yang diterjang angin kencang tersebut ambruk lantaran pilar-pilarnya dalam posisi miring sehingga tidak mampu menahan atap,” ujarnya.
Selanjutnya dengan gotong royong warga sekitar dibantu Babhinkamtibmas dan Bhabinsa bersama- sama membantu mengumpulkan puing-puing bekas rumah tersebut. (ivo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gotong-royong-warga-sekitar-dibantu-babhinkamtibmas-dan-bhabinsa-bersama-sama.jpg)