Putri Soleimani : Trump Gila, Engkau adalah Simbol Kebodohan Boneka Zionis Internasional
Putri jenderal Iran, Qasem Soleimani, memberi peringatan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, setelah ayahnya tewas.
TRIBUNJATENG.COM, TEHERAN -- Putri jenderal Iran, Qasem Soleimani, memberi peringatan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, setelah ayahnya tewas.
Soleimani tewas bersama wakil pemimpin milisi Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, Jumat (3/1) pekan lalu.
Komandan Pasukan Quds itu tewas setelah konvoi mobil yang ditumpanginya dihantam empat rudal dari drone MQ-9 Reaper milik AS.
Sejumlah pemimpin senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, hadir dalam prosesi pemakaman Qasem Soleimani, di Kerman, Iran, Selasa (7/1).
Kerman merupakan kota kelahiran Jenderal Qasem Soleimani.
Putri Soleimani, Zaenab menyatakan, AS dan sekutunya di Timur Tengah, Israel, bakal mendapatkan pembalasan.
"Hei Trump gila, jangan pikir segalanya bakal berakhir dengan mati syahidnya ayah saya," koar Zaenab, seperti dilansir Sky News, Senin (6/1).
Berbicara di Universitas Teheran, Zaenab mengatakan, "rencana jahat" Trump adalah memisahkan Iran dan Irak melalui pembunuhan Soleimani.
Namun seperti dilansir CNN, putri jenderal 62 tahun itu menyebut, rencana dari presiden Partai Republik tersebut telah gagal.
Zaenab menuturkan, upaya Trump malah akan menyatukan dua negara karena didasarkan pada kebencian terhadap negara yang sama, AS.
"Hai Trump yang gila, engkau adalah simbol kebodohan dan boneka yang tengah dimainkan Zionis internasional. Kematian ayah saya hanya akan membangkitkan perlawanan di garis depan, dengan hari yang kelam bakal menimpa AS," ancamnya.
Pemakaman
Sementara itu, massa dalam jumlah besar berkumpul di Kerman, Iran, kota kelahiran Jenderal Qasem Soleimani, Selasa (7/1) kemarin, untuk mengikuti proses pemakamannya. Murid-murid sekolah ikut dalam massa tersebut, dan meneriakkan yel-yel
"Matilah Amerika" sepanjang proses pemakaman. Salah satu pelayat menyatakan, Soleimani dicintai tak hanya di Iran. Namun juga dunia, dan menjaga keamanan dunia Muslim, terutama Iran.
Pelayat bernama Sara Khaksar itu berujar, tewasnya jenderal 62 tahun itu telah "memanaskan darah orang-orang Iran".
"Beliau adalah pria hebat yang selalu siap membela baik saat perang atau pun tidak. Jadi, kematiannya harus dibalaskan," ujar remaja 18 tahun itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/arak-arakan-warga-iran-saat-proses-pemakaman-qasem-soleimani-sabtu-412020.jpg)