Marwan Jafar Soroti Tiga Masalah Besar Pendidikan, Nadiem Makarim Ditantang Beresi Dana BOS

Dalam kunjungan masa resesnya ke Kabupaten Pati, Rembang, dan Grobogan, Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Jafar merangkum tiga persoalan pendidikan.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Jafar. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Dalam kunjungan masa resesnya ke Kabupaten Pati, Rembang, dan Grobogan, Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Jafar merangkum tiga persoalan di bidang pendidikan.

Ia juga mengemukakan pendapatnya terkait ketiga persoalan tersebut.

Pertama, mengenai lambatnya penerbitan ijazah sekolah.

Pasukan Barcelona Nyasar di Arab Saudi - Jelang Semifinal Piala Super Spanyol 2020

Sewa Debt Collector Tagih Utang, Bomber Berjuluk Maradona dari Salento Divonis 3 Tahun Penjara

Selangkah Lagi, Persib Bandung Dapatkan Guy Junior - Ajang Reuni Bareng Robert Rene Alberts

Menurut Marwan, ratusan lulusan di berbagai daerah, mulai dari tingkat SD sampai SMA, hingga saat ini melaporkan belum menerima ijazah kelulusan mereka.

Kenyataan tersebut, lanjutnya, tentu saja juga sangat meresahkan dan membuat ratusan orangtua sebagai wali murid juga menjadi kesal dan bertanya-tanya.

Sebagai solusi untuk memecahkan persoalan ini, ungkap dia, dinas pendidikan di tingkat kabupaten harus segera mendistribusikan blangko ijazah semua sekolah.

Tentu pula dengan berkoordinasi dengan dinas pendidikan di tingkat provinsi maupun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

"Saya mendesak dan meminta persoalan keterlambatan penerbitan blangko ijasah ini menjadi skala prioritas dinas pendidikan di banyak daerah."

Jadwal Lengkap Liga Inggris Akhir Pekan Ini, Liverpool Nyaris Sempurna Sebagai Puncak Klasemen

Hasil Bola Piala Super Spanyol Valencia Vs Real Madrid, Kroos Cetak Gol Pisang dari Tendangan Sudut

"Belum lagi ada tahapan mengisi blangko ijazah yang pasti butuh waktu dan perlu kecermatan waktu menulisnya," ujar politisi PKB ini dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (9/1/2020).

Persoalan kedua yang ia soroti ialah mengenai pelaporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang terlalu rumit.

Marwan menyebut, ada laporan sisi pengawasan dan pengendalian BOS secara internal dan eksternal selama ini masih belum maksimal.

Terkait hal ini, ia mendorong penerapan sistem pelaporan digital.

"Sepengetahuan saya, di beberapa daerah sudah mencoba sistem pelaporan dana BOS secara digital."

Najwa Shihab Marah Kapal Cina di Natuna Bawa Senjata, Bakamla Indonesia Cuma Bawa Keris

Awal Kecurigaan Putri Hakim Jamaluddin pada Ibu Tirinya Sebelum Kasus Kematian Sang Ayah Terungkap

"Itu untuk menggantikan proses sebelumnya yang manual, cenderung berbelit-belit, dan rawan korupsi," tutur dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved