Bantaran Sungai Bulanan Ambles, 7 Rumah di Weleri Kendal Terancam Longsor
Bantaran Sungai Bulanan di RT 09 RW 02 Desa Nawangsari Kecamatan Weleri Kabupaten ambles.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Bantaran Sungai Bulanan di RT 09 RW 02 Desa Nawangsari Kecamatan Weleri Kabupaten ambles.
Tanah sepanjang lebih dari 50 meter di depan perumahan sebagai pembatas sungai dwngan perumahan warga ambles hingga 4 meter.
Kejadian itu terjadi pada, Senin (13/1/2020) dinihari.
• Fakta Baru Kematian Lina: Makanan Terakhir Diduga Jadi Penyebab Kematian Lina dan Sempat Masuk IGD
• Pemprov DKI Jakarta Akan Wajibkan Warga Beli Mobil Baru Bawa Surat Punya Garasi dari Kelurahan
• Ini Dia Sinuhun Totok Pimpinan Kerajaan Agung Sejagat Purworejo yang Menghebohkan
• Heboh Kerajaan Agung Sejagat Purworejo Kekuasaannya di Seluruh Dunia, Ini Kata Ganjar
Amblesnya bantaran sungai ini mengancam 7 rumah di atasnya terjadi longsor.
Seorang warga terdampak, Sukijan (45), menuturkan amblesnya bantaran sungai tepat di depan rumahnya sudah biasa terjadi. \
Warga RT 09 pun melakukan kerja bakti setiap bantaran itu ambles.
Namun kali ini, amblesnya tanah yang ditumbuhi beberapa pohon di atasnya itu menjadi yang terparah.
Ia mengaku was-was saat tidur maupun berdiam diri di rumah.
Apalagi saat curah hujan tinggi mengguyur wilayahnya.
"Saat hujan, air sungai pasang gak bisa tidur, banjirnya sampai penuh di emperan rumah," terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Nawangsari, Ali Ridho, mengatakan setidaknya 7 rumah yang terancam longsor akibat amblesnya bantaran sungai.
6 keluarga masih tetap tinggal di rumahnya, 1 keluarga lain pindah mengungsi di kerabatnya.
"Beberapa warga tetap tinggal di rumah masing-masing.
Meski was-was. Kita dari desa segera upayakan kerjabakti untuk mengantisipasi adanya longsor susulan," katanya.
Mengingat musim penghujan masih berlanjut, Ali berharap pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal ataupun dinas terkait agar mengambil kebijakan untuk mengantisipasinya.
Pihaknya memerlukan bantuan pembenahan sementara sebelum nantinya ada kebihakan membuat talud permanen.
"Kami harap bisa dibronjong atau di tembok.
Karena begitu banjir pasti akhirnya kelarut," ujarnya. (Sam)
• Polemik Tagihan Pelanggan Capai Rp 18 Juta Belum Selesai, Pihak PDAM Semarang Cuma Diwakili Teknisi
• Moh Rosyid Ingin Perda Pendidikan Agama juga Atur Agama Selain Islam
• Jelang Imlek, Pengiriman Barang dari Pelabuhan Tanjung Emas ke Tiongkok Mengalami Penurunan
• Talkshow Kesehatan SMC RS Telogorejo, Dokter Arien Himawan Bahas Cara Hidup Paling Sehat sesuai DNA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/warga-dan-perangkat-desa-meninjau-lokasi-amblesnya-bantaran-sungai.jpg)