Anita Sebut Persaingan Bisnis ISP Tahun Ini Diprediksi Semakin Ketat
Bisnis jaringan Fiber Optik (FO) terus tumbuh berbarengan dengan kemajuan teknologi dan permintaan pasar.
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bisnis jaringan Fiber Optik (FO) terus tumbuh berbarengan dengan kemajuan teknologi dan permintaan pasar.
Di skala nasional pertumbuhan bisnis jaringan FO setiap tahunnya meningkat hampir 50 persen.
Hal itu ditunjukan dengan munculnya Internet Servis Provider (ISP) baru.
• Pengakuan Sri Rezeki, Mantan Pengikut Kerajaan Agung Sejagat Purworejo, Saya Dijanjikan Dolar US
• Terungkap, Batu Ukir di Kerajaan Agung Sejagat Purworejo Dibuat Empu Wijoyo Guno Selama 2 Minggu
• Inilah Nama Gelar dan Silsilah Bangsawan Kerajaan Agung Sejagat di Purworejo
• Fakta Baru Kematian Lina: Makanan Terakhir Diduga Jadi Penyebab Kematian Lina dan Sempat Masuk IGD
Berdasarkan pertumbuhan bisnis FO, serta kebutuhan internet di masyarakat dan korporasi.
Persaingan antar ISP diprediksi akan semakin ketat pada 2020.
Menurut Anita Regional Solution Hipernet Jateng DIY, pada Desember 2019 terdapat 600 ISP yang ada di Indonesia.
"Dari total ISP yang ada, 100 ISP gulung tikar tahun lalu.
Tapi, ada 200 sampai 300 ISP baru yang muncul.
Kalau dibilang bisnis FO tumbuh ya tumbuh, bahkan hampir 50 persen setiap tahunnya karena bermunculan ISP baru," jelasnya, Selasa (14/1/2020).
Dilanjutkannya, persaingan antar ISP akan semakin ketat, dikarenakan peluang dan kebutuhan pasar akan internet.
"Contohnya di Jateng saja, di mana jaringan internet yang sudah menggunakan FO masih berkisar di angka 20 persen, sementara kebutuhan akan jaringan internet cepat sangat tinggi.
Hal itu menjadi peluang bagi ISP yang ada di Indonesia," katanya.
Dikatakan Anita, pertarungan antar ISP tahun ini akan terjadi di pasar ritel dan korporat.
"Dua segmen itu akan ramai, karena menjadi incaran pemasaran ISP.
Perlu diketahui pasar FO sangat progresif, tahun lalu saja kami bisa tembus 110 persen dari target Rp 90 miliar," imbuhnya.