Makuta Jamu Cafe Sasar Kaum Milenial Buka Cabang di Semarang dan Batam

Makuta Jamu Cafe di Kranggan Semarang menyediakan menu berbahan utama jamu racikan tradisional khas Indonesia.

tribunjateng/ist
Menu jamu di Makuta Cafe Jamu di Kranggan Kota Semarang. 

Makuta Jamu Cafe di Kranggan Semarang menyediakan menu berbahan utama jamu racikan tradisional khas Indonesia.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Musim penghujan di Januari ini udara terasa sejuk. Hampir tiap hari Kota Semarang diguyur hujan, kadang malam, pagi atau siang. Ada baiknya di saat udara sejuk, badan butuh minuman penghangat yang sehat.
Ada kuliner unik bernama Makuta Jamu Cafe beralamat di Jalan Gang Pinggir no. 38, Kranggan, Kota Semarang. Begitu masuk ke Makuta Jamu Cafe pengunjung langsung disambut bau khas wangi rempah dan jamu. Di kafe ini sajian menu utama berbahan dasar jamu.
Awal mulanya kafe ini dirintis oleh cucu dan cicit tokoh legendaris dunia perjamuan herbal yaitu Nyonya Meneer. Menurut Marni (60) selaku pengelola cafe tersebut, diciptakannya cafe jamu bernuansa kekinian maka generasi muda atau milenial akan turut menikmati khasiat jamu dan tubuh jadi sehat.
Ia sangat memikirkan tentang pelestarian bahan rempah yang merupakan warisan leluhur agar bisa terus diniikmati oleh generasi di masa yang akan datang. Oleh karena itu, Makuta Jamu Kafe itu sendiri kiranya bisa menjadi terobosan yang membidik anak muda untuk gemar memperhatikan asupan sehat tanpa efek samping, yaitu jamu rempah herbal.
"Menjaga kesehatan itu sangat penting. Jangan sampai kita terbiasa dengan makanan minuman instan yang mengandung bahan kimiawi. Banyak anak milenial ikut-ikutan mengonsumsi minuman yang lagi trend tanpa pikirkan kandungan gizinya," terang Marni.
Makuta Jamu Kafe menyajikan berbagai menu inovatif di antaranya ice cream dengan bahan rempah seperti kunir asem, STMJ (susu telur madu jahe), yang disajikan per satu scoopnya Rp 18.000-Rp 32.000. Ada juga menu puding silky campuran rempah, jamu kemasan botol, jamu seduh dan masih banyak lagi.
Diterangkan oleh Marni, pembuatan atau peracikan jamu ini menggunakan ukuran yang sesuai sehingga menghasilkan minuman jamu yang pas. Bisa menghangatkan dan menyehatkan tubuh serta memperlancar darah. Misalnya, bahan olahan jamu berupa kunir asam mengandung (antioksidan), dapat menambah nafsu makan, pereda nyeri haid dan lain sebagainya.
Selain itu manfaat minum jamu untuk merawat organ tubuh atau memancarkan kecantikan dari dalam (inner beauty). Masing-masing bahan jamu mempunyai manfaat tersendiri, yang sudah teruji sejak lama, bahkan merupakan warisan turun temuran dari nenek moyang.
"Ini fakta di zaman sekarang banyak orang melakukan operasi plastik. Tapi baru usia beberapa puluh tahun otot-otot tubuh sudah mulai kendor. Itu karena apa? Karena yang dirawat cuma luarnya saja, jadi organ bagian dalam nggak diperhatikan," tutur Marni kepada tim mahasiswa UIN yang magang di Tribun Jateng, Sabtu (11/1/2020).
Menurutnya konsumsi jamu juga bisa memberi efek kecantikan dari dalam tubuh karena memang bahannya alami dan tidak adanya campuran bahan kimia. Kafe jamu ini sudah berdiri sejak Agustus tahun 2018 dan sudah mempunyai tiga cabang yaitu di Kota Batam, Citra Land Semarang dan DP Mall Semarang.

VIDEO SEMARANG : Mencicipi Ice Cream Rasa Jamu di Kafe Jamu Makuta

Makuta Jamu Cafe sudah mendapat banyak penghargaan. Selain pengunjung dari lokal, juga ada turis-turis mancanegara menyempatkan diri minum jamu di sini. "Maka dari itu jika generasi muda tidak sadar pentingnya meminum jamu maka nanti siapa lagi yang bakal meneruskannya?" tanya Marni.
Dikatakannya, menu jamu itu diracik saat siang hari. Proses produksinya steril. Tidak ada satupun campuran bahan kimia dalam pembuatannya. Setiap hari proses produksi jamu dilakukan. Mulai dari memilih bahan sampai memasak jamu, Marni selalu mendampingi pegawainya.
Pengunjung di kafe ini dari berbagai kalangan dan usia. Mulai lansia, orangtua, dewasa, remaja atau anak-anak menyukainya. Ada pilihan panas, hangat, dingin atau es. Banyak varian menu yang disajikan di kafe ini dari minuman jamu tradisionalnya sampai jamu hasil inovasi. Seorang pengunjung, Novi (30) mengaku senang dan sering berkunjung ke kafe ini. Karena tempatnya didesain nyaman rileks. (Tim Mahasiswa UIN Magang/Wid)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved