Breaking News:

Dendam Kesumat Kenny Akbari ke Ibu Tiri Zuraida Hanum yang Membunuh Hakim Jamaluddin

Anak sulung dari Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin, Kenny Akbari Jamal tampaknya dendam kesumat dengan ibu tirinya, Zuraida Hanum.

ISTIMEWA
Anak sulung dari Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin, Kenny Akbari Jamal tampaknya dendam kesumat dengan ibu tirinya, Zuraida Hanum. 

TRIBUNJATENG.COM - Anak sulung dari Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin, Kenny Akbari Jamal tampaknya dendam kesumat dengan ibu tirinya, Zuraida Hanum.

Kenny tak ingin Zuraida Hanum tak dihukum mati.

Kenny ingin ibu tirinya dihukum seumur hidup.

Setelah Membunuh, Zuraida Hanum Sempat Tidur di Samping Jasad Hakim Jamaluddin Selama 2 Jam

Upaya Penculikan Anak di Demak, Korban Gigit Pundak Pelaku Lalu Lempar Batu Hingga Lari Kalang Kabut

Inilah Sosok Calon Istri Sule Bukan Kalangan Artis, Berikut 6 Faktanya

Tolak Jual Garaga Rp 350 Juta, Panji Petualang: Harga King Cobra Sebenarnya Murah

Sebelumnya Kenny Akbari mengaku syok mengetahui ibu tirinya tersebut menjadi tersangka pembunuhan.

Sang Ibu, Zuraida Hanum disebut-sebut merupakan dalang atau otak dari kasus pembunuhan suaminya, Jamaluddin.

Bukan tanpa sebab, Kenny ternyata mempunyai alasan tersendiri menginginkan sang ibu tirinya tidak dihukum mati.

"Aku milihnya penjara seumur hidup daripada hukuman mati. Kalau hukuman mati, sebentar saja sakitnya," kata Kenny Akbari, dilansir dari TribunJakarta.

Kenny menilai penjara seumur hidup bagi Zuraida Hanum lebih pantas agar ibu tirinya merasakan susahnya hidup di dalam penjara.

"Kalau penjara seumur hidup kan, dia kan bisa rasain gimana susahnya hidup di penjara kek gitu kan. Udah dikasih hidup enak, tapi balasannya ini," ujarnya.

Meski Zuraida Hanum merupakan ibu sambungnya, Kenny tetap menginginkan proses hukum tetap harus berjalan.

Kenny menyebut walaupun sang ibu bukanlah yang membunuh langsung ayahnya, namun ia merupakan otak dalam kasus pembunuhan itu.

Ia pun menyesalkan perbuatan keji yang telah dilakukan ibunya tersebut.

Di sisi lain, Kenny mengungkap betapa terpukulnya ia bersama keluarganya mengetahui ayahnya merupakan korban pembunuhan.

"Ya pasti, terpukul sih. Orang yang dianggap dekat, maksudnya istri Abuku, kok tega-teganya gitu bunuh Abuku?" ungkapnya.

Kekecewaan tersebut muncul karena ia menilai selama ini ayahnya telah memberi pangaruh besar terhadap Zuraida Hanum.

"Maaf ya. Aku tahu kayak gimana latar belakang bundaku dan setelah menikah dengan abuku kayak gimana," sambungnya.

Adanya peristiwa ini, Kenny menyadari bahwa ibu sambung yang dianggap orang baik tersebut ternyata mempunyai motif terselubung terhadap ayahnya.

Sempat Kenny mengungkap tidak percaya bahwa ibunya terlibat dalam pembunuhan ayahnya.

"Enggak mungkin. Kalau memang iya, apa motifnya?" tegas Kenny.

Alasannya selama ini sang ayah, Jamaluddin selalu mencukupi kebutuhan Zuraida Hanum secara finansial.

"Apa sih yang enggak dikasih ke bunda?" kata Kenny.

Kini polisi menetapkan istri kedua korban Jamaluddin, Zuraida Hanum menjadi otak atau dalang atas kasus pembunuhan itu.

Selain itu, terdapat dua orang tersangka lainnya yakni Jefri Pratama dan Reza Pahlevi sebagai kaki tangan Zuraida Hanum.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menjelaskan, ketiga terdakwa dijerat dengan pasal 340 KUHP Pidana Pembunuhan berencana.

Bahkan ketiga tersangka pembunuhan Hakim PN Medan, Jamaluddin tersebut terancam hukuman mati.

Namun, Martuani menyebutkan kasus ini masih akan didalami untuk selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan.

Ketiga tersangka tersebut mulai Jumat (10/1/2020) akan dilakukan penahanan.

Sementara untuk beberapa saksi sudah diperiksa oleh tim kepolisian kurang lebih berjumlah 50 orang.

Lalu untuk bukti fisikal maupun forensik sudah diamankan penyidik untuk diajukan dalam persidangan nantinya.

Zuraida Hanum, istri Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin pura-pura nangis dan pingsan saat suami meninggal, ternyata otak pembunuhannya. (Rizwan/Serambinnews.com)
Kecurigaan Kenny Akbari Jamal, Putri Sulung Korban Jamaluddin

Dilansir dari Tribunnews, Kenny juga sempat mengaku menaruh curiga atas kematian sang ayah yang tidak normal itu.

Seblumnya dikabarkan, Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin (55) ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado berwarna hitam dan bernomor polisi BK 77 HD.

Korban Jamaluddin tewas seolah terjerumus ke dalam jurang di daerah kebun sawit Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Awalnya kematian Jamaluddin tersebut diketahui oleh seorang petani di area perkebunan sawit.

Korban Jamaluddin ditemukan tewas terbujur kaku di kursi tengah mobil tersebut.

Polisi yang mendapat laporan warga langsung mendatangi lokasi kejadian.

Mengetahui kejadian itu, Kenny pun mempertanyakan di mana orang yang menyopiri mobil tersebut, sehingga terperosok ke sebuah jurang.

Ia menilai tak wajar jika kecelakaan tersebut tak ditemukan korban lain selain sang ayah yang meninggal di bagian tengah mobil.

Di sisi lain, ia mengatakan bahwa beberapa pernyataan dari ibunya tidak lah sesuai dengan kenyataan.

Kenny pun sempat bingung atas beberapa keterangan yang disampaikan ibunya di publik atau kepolisian.

"Aku bingung sih, kenapa keterangan Bunda enggak sinkron gitu. Sama kenyataan, berbeda semua yang dia omong kayak gitu," terang Kenny.

Kasus yang membuatnya bingung tersebut adalah ibunya, Zuraida Hanum sempat memberikan pernyataan terdapat teror di rumahnya seminggu sebelum Jamaluddin ditemukan tewas.

Teror tersebut diceritakan ada seseorang yang menabrak pagar rumahnya.

Kenny mengatakan janggal karena ia tidak menemukan ada bekas pagar yang ditabrak.

Kendati demikian, saat itu Kenny mengaku tetap menerima dengan positif apa yang keluar dari keterangan Zuraida Hanum.

Ia berpandangan mungkin saat kejadian tersebut dirinya sedang tidak ada di rumah.

Sementara, ia juga mengaku curiga atas pernyataan ibunya yang mengatakan ponsel ayahnya sempat mati dan tak dapat dihubungi.

Menurutnya sangat jarang sang ayah mematikan ponselnya.

Kenny mengatakan sang ayah selalu merespon ponselnya walaupun sedang dalam posisi sidang di pengadilan.

Tidur di Samping Jenazah

 Dalam rekonstruksi kasus pembunuhan hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin, terkuak sejumlah fakta baru.

Rekonstruksi digelar di rumah korban.

Dalam rekonstruksi diketahui bahwa otak pelaku pembunuhan, Zuraida Hanum, yang tak lain adalah istri korban, ternyata sempat tidur bersama jasad Jamaluddin selama 2 jam.

Kronologi awal, Zuraida Hanum menjemput dua eksekutor yakni Jefri Pratama dan Reza Pahlevi.

Zuraida Hanum kemudian membawa keduanya naik ke lantai 3 sembari menunggu kedatangan Jamaluddin.

Setelah Jamaluddin tiba, almarhum lalu masuk ke kamar untuk tidur di sebelah Zuraida Hanum.

Jamaluddin dan Zuraida Hanum tidur bersama anak mereka K (5).

Posisi Zuraida di tengah atau persis di sebelah Jamaluddin.

Setelah Jamaluddin tertidur pulas, Jefri Pratama dan Reza Pahlevi masuk ke dalam kamar.

Kehadiran Jefri dan Reza diketahui Zuraida Hanum.

Jefri dan Reza langsung membekap kepala Jamaluddin dengan selimut hingga korban tak bisa bernafas.

Aktivitas pembunuhan ini sontak membuat K (5) terbangun.

Zuraida Hanum lalu menenangkan K.

Melihat perlawanan dari Jamaluddin, Zuraida membantu dua eksekutor dengan menahan kaki Jamaluddin.

Setelah tak ada perlawanan, dua eksekutor memastikan kalau Jamaluddin sudah tewas dengan mengecek detak jantung.

Keduanya lalu meninggalkan kamar dan kembali ke lantai 3.

Di saat inilah Zuraida Hanum tidur sekitar 2 jam bersama jasad Jamaluddin.

Lalu sekitar pukul 04.00 WIB pagi, eksekutor membuang jasad Jamaluddin ke jurang Kutalimbaru, Deliserdang.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin Siregar, mengatakan, ada peristiwa menarik dalam kasus pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin (55).

Menurut Martuani, istri korban, Zuraida Hanum memberikan warning atau peringatan kepada para eksekutor JP dan RF.

"Ada yang menarik dari sini, bahwa istri tersangka memberikan warning jangan pernah menghubungi saya empat sampai lima bulan.

Sampai semua dinyatakan aman," ungkap Kapolda Sumut kepada wartawan, Kamis (16/1/2020).

Kapolda menuturkan, hal tersebut yang membuat penyidik menduduki kasus ini sebagai pembunuhan berencana.

"Ini menarik sehingga dugaan kita pasal yang kita tuduhkan akan menjadi kasus pembunuhan berencana," ucap Martuani.

Martuani juga menjelaskan dalam reka adegan yang berlangsung di rumah korban ada 54 adegan.

"Untuk rekonstruksi ini dilakukan sebanyak 54 adegan di rumahnya," jelasnya.

Dalam kasus ini pihak kepolisian sudah berhasil mengungkap para pelakunya diantaranya adalah istri korban ZH (41), dan dua orang eksekutor yakni JP (42) dan RF (29).

Di mana, istri korban diketahui sebagai otak pelaku pembunuhan Jamaluddin.

Untuk diketahui bahwa Jamaluddin (55) merupakan warga Perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor.

Di mana korban ditemukan meninggal dunia di jurang areal kebun sawit milik masyarakat di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat (29/11/2019) siang.

Pada saat ditemukan korban berada di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD dalam keadaan kaku terlentang di bangku mobil nomor dua dengan kondisi tidak bernyawa lagi dengan posisi miring dengan wajah mengarah ke bagian depan.

Kemudian jasad Jamaluddin telah diautopsi di RS Bhayangakara, Medan pada Jumat (29/11/2019) malam. Jenazahnya kemudian dibawa untuk dimakamkan di Nagan Raya, Aceh, Sabtu (30/11/2019). (*)

Tak Percaya Warganya tak Punya Beras, Wihaji Langsung Cek Rumahnya, Hal tak Terduga Terjadi

Kisah Anak SD Lolos dari Penculikan Pria Bercelana Robek-robek

Boy William Muak Melihat Lucinta Luna dan Barbie Kumalasari Ribut Soal Harta dan Popularitas

Tanda Kiamatkah? Nenek Diperkosa Cucu Sendiri Sampai Berdarah, Alasan Pelaku Bikin Geleng-geleng

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved