Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Nelayan Tambaklorok Semarang Enggan Pakai Mesin BBG Bantuan Pemerintah, Ini Alasan Mereka

"Memang rata-rata mesin ada yang dijual. Adapula yang tetap dipakai dengan mengganti bahan bakar dengan bensin karena mesinnya bisa disetting,"

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Aktivitas nelayan di Tambaklorok Semarang, Senin (20/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Nelayan Tambaklorok Semarang yang memiliki perahu kecil telah mendapatkan paket lengkap bantuan mesin perahu dan tabung elpiji 3 kilogram dari Pemerintah Pusat, awal Desember 2019.

Namun, kini mereka lebih memilih menjual mesin tersebut.

Seorang nelayan, Kolik mengaku para nelayan yang mendapat bantuan memang ada yang menjual mesinnya.

Update Kasus Suap Bupati Nonaktif Kudus - Seret Dua Nama Pengusaha, Hartopo Benarkan Ada Perjanjian

Penemuan Bayi Dalam Kardus di Cangkiran Semarang, Kuswanto Awalnya Mengira Suara Anak Kucing

"Tapi lebih banyak yang dipakai sendiri daripada yang dijual," katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (20/1/2020).

Dia mengatakan, masih menggunakan mesin bantuan itu.

Tetapi dirinya enggan menggunakan bahan bakar gas (BBG) dengan elpiji 3 kilogram hasil bantuan.

Melainkan tetap menggunakan bahan bakar minyak (BBM) berupa bensin.

Dia beralasan tetap nyaman menggunakan bensin daripada elpiji lantaran lebih bertenaga mesinnya.

"Perahu saya ukuran 4 meter. Sebenarnya kalau dipakai untuk menjaring ikan lebih irit pakai elpiji."

"Tetapi fungsi perahu saya buat mengantar orang mancing. Jadi alasan itu saya tetap pakai bensin, " jelasnya.

Kecelakaan di Semarang - Arif Lihat Mobil Honda Jazz Melaju Kencang, Serempet Pengendara Motor

Pelajar Mendominasi Angka Korban Kecelakaan di Jateng, Jasa Raharja Buktikan Melalui Data Ini

Nelayan lain, Pariyani mengatakan, tidak dapat bantuan mesin dan elpiji dari pemerintah.

Tetapi saudaranya mendapatkan bantuan itu.

"Memang rata-rata mesin ada yang dijual. Adapula yang tetap dipakai dengan mengganti bahan bakar dengan bensin karena mesinnya bisa disetting menggunakan bensin, " jelasnya.

Dia menjelaskan, memakai gas elpiji ketika melaut terhitung susah karena ketika ada gelombang sulit menutupnya.

"Kalau pakai bensin gampang dan praktis, " katanya.

Kasus Demam Berdarah di Kendal, Dinkes: Kecamatan Singorojo Terbanyak Sepanjang Januari

Barista Bertaraf Internasional Lahir dari Peserta Kejar Paket C Kendal

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved