Nelayan Tambaklorok Semarang Enggan Pakai Mesin BBG Bantuan Pemerintah, Ini Alasan Mereka
"Memang rata-rata mesin ada yang dijual. Adapula yang tetap dipakai dengan mengganti bahan bakar dengan bensin karena mesinnya bisa disetting,"
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
Sedangkan Ketua DPD Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Semarang, Slamet Ari Nugroho membenarkan memang beberapa nelayan ada yang menjual mesin bantuan pemerintah itu.
Data yang diperoleh KNTI ada sekira 300 nelayan di wilayah Tambaklorok Semarang yang mendapatkan bantuan tersebut.
"Presentase atau jumlah berapa yang masih menggunakan dan tidak,saya tidak tahu jumlah pastinya."
"Yang jelas info yang kami peroleh banyak yang menjual mesin perahu hasil bantuan, " katanya.
Menurut Ari para nelayan menjual karena tidak sesuai kebutuhan nelayan.
Sebab rata-rata nelayan di Tambaklorok Semarang menggunakan perahu di atas 3 GT.
• Laga Amal di Mranggen Demak, Kiper PSIS Semarang Boyong Tim All Star Jateng
• Pemain PSIS Semarang Masuk Skuad Timnas U-19 Indonesia, Dewangga Sebut Masih Butuh Beradaptasi
"Sedangkan perahu yang mendapatkan bantuan hanya perahu berkekuatan 6 pk hingga 9 pk."
"Sehingga banyak nelayan yang tidak menggunakan mesin elpiji karena tenaga mesin lebih kecil daripada mesin yang digunakan sehari-hari," jelasnya.
Maka, Ari memberikan masukan ke pihak terkait ketika memberikan bantuan sebaiknya harus mengkaji terlebih dahulu.
Terutama fungsi dan kegunaan bagi nelayan.
"Setelah diberi bantuan jangan langsung dilepas. Tetapi harus dipantau secara berkala."
"Dengan cara melakukan inspeksi mendadak (sidak) misalnya, jadi tahu bantuan itu ada manfaatnya atau tidak, " bebernya. (Iwan Arifianto)
• Video Emak-emak dan Putrinya Duel dengan Perampok di Rumahnya Hingga Pelaku Tertangkap : Naluri Ibu
• Pangeran Harry Resmi Lepas Gelar Bangsawan, Ratu Elizabeth: Kalian Tetap Keluargaku yang Tercinta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/aktivitas-nelayan-semarang.jpg)