Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hari Ini, UNS Surakarta Kukuhkan Tiga Guru Besar

Ketiga Gubes tersebut yaitu Prof Dra Diah Kristina yang merupakan Guru Besar Bidang Ilmu English for Specific Purposes (ESP) pada FIB UNS.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
DOK HUMAS UNS SURAKARTA
Hari ini, Selasa (21/1/2020), UNS Surakarta mengukuhkan tiga Guru Besar (Gubes). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pekan lalu, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta telah menambah dua guru besar (Gubes) baru.

Selang berikutnya, UNS kembali menambah tiga Gubes.

Ketiga Gubes tersebut yaitu Prof Dra Diah Kristina yang merupakan Guru Besar Bidang Ilmu English for Specific Purposes (ESP) pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB).

UNS Surakarta Tambah 2 Guru Besar, Bertugas di Fakultas Ini

Prof Dr Eddy Heraldy, Guru Besar Bidang Ilmu Kimia pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Lalu Prof Dr Mulyanto sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Seni Rupa Luar Sekolah pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Sidang pengukuhan Gubes yang akan dilaksanakan pada Selasa (21/1/2020) di Auditorium GPH Haryo Mataram UNS.

Laga Amal di Mranggen Demak, Kiper PSIS Semarang Boyong Tim All Star Jateng

Prof Dra Diah Kristina yang merupakan Gubes ke-24 FIB dan ke-213 UNS akan menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Penciptaan “Verbal Branding” Produk dan Jasa Berperspektif English For Specific Purposes (ESP).

Diah mengatakan, penelitiannya tentang bahasa Inggris untuk promosi destinasi wisata secara online di Jawa Tengah.

Dia menemukan mayoritas narasi promosional tersebut masih bersifat deskriptif dan informatif.

RSUD Kraton Pekalongan Kebanjiran, Belasan Pasien Diungsikan, Ketinggian Air Capai 50 Sentimeter

Tampak jelas kurangnya variasi dan kreativitas bernarasi dalam bahasa Inggris.

Sangat jarang ditemukan kalimat majemuk dan kalimat kompleks, rata-rata content writer lebih menyukai konstruksi kalimat pendek dan sederhana.

Narasi berbahasa Inggris lebih banyak difokuskan pada kondisi geografis, keindahan alam, dan latar belakang kesejarahan objek wisata.

Padahal informasi semacam itu sebenarnya sudah banyak tersebar di berbagai sumber informasi seperti Wikipedia, Google Search Engine, maupun buku panduan wisata lainnya.

Perda Petro Energi Disahkan DPRD Jateng, Gubernur Ganjar Ditarget 8 Bulan Terbitkan Pergub

“Idealnya narasi promosi berisi ajakan yang bersifat menggerakkan dan mempengaruhi pembaca agar mengunjungi destinasi wisata yang dipromosikan,” kata Prof Diah.

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat seharusnya menjadikan promosi produk dan jasa berbahasa Inggris lebih leluasa menembus jarak, ruang, dan waktu.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved