Motor Bekas Merek Honda Masih Menjadi Pilihan di 2020, Segini Harganya

Penjualan motor bekas di Kota Semarang saat ini didominasi oleh merek Honda.

Motor Bekas Merek Honda Masih Menjadi Pilihan di 2020, Segini Harganya
TRIBUN JATENG/RUTH NOVITA LUSIANI
Jejeran motor-motor yang ada di Bedagan Motor, Jalan Thamrin No 80, Semarang, Selasa (21/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penjualan motor bekas di Kota Semarang saat ini didominasi oleh merek Honda.

Pemilik showroom motor bekas Shaka Motor, Jalan Jatiraya No 2, Semarang, Dwi Prasetyo mengatakan untuk kendaraan dengan merek Honda masih memegang tinggi penjualan di showroom miliknya.

“Untuk penjualan motor bekas sekarang ini yang paling banyak dicari merek Honda, terlebih seperti Honda Beat dan Honda Vario,” ungkap Pras, kepada Tribun Jateng, Selasa (21/1/2020).

Harga Terbaru Motor Yamaha Konsep Sport Heritage XSR 155, Di Jateng Penjualan Naik 40 Persen Lebih

Kapolres Wonogiri AKBP Cristian Tobing Turut Gotong Peti Jenazah Aiptu Sri Suwartini

Viral di Medsos Foto Rizky Bocah Dianiaya Orangtua Kandung Hingga Alami Gangguan Ingatan dan Buta

Viral di Medsos Cerita Ningsih Tinampi Mengaku Dapat Peringatan Kiamat dari Utusan Tuhan

Dikatakannya penjualan motor bekas Honda di showroom miliknya, setiap bulannya berkisar 25-30 unit kendaraan, dengan harga Honda Beat dan Honda Vario berkisar Rp 12 juta-Rp14 juta.

Hal senada juga diungkapkan oleh Muhammad Nur Utomo, satu di antara karyawan Bedagan Motor, Jalan Thamrin No 80, Semarang.

“Untuk penjualan di tahun 2020 ini masih terbilang stabil, dengan merek yang banyak dibeli yaitu Honda, terlebih untuk Honda Beat dan Honda Vario,” ujar Utomo.

Untuk harga jual kendaraan merek Honda di showroom Bedagan Motor tidak berbeda jauh dengan showroom Shaka Motor, berkisar di angka Rp 12 juta.

Sedangkan untuk penjualan motor Honda di Bedagan Motor dapat mencapai 30-40 unit bulan per bulannya.

“Kalau dilihat kebanyakan konsumen lebih memilih Honda karena dari segi irit bensin, kemudian juga bodi kendaraannya yang ramping cenderung membuat nyaman penggunanya,” tambah Utomo.

Sedangkan untuk penjualan motor bekas di Kota Semarang, menurut Pras dan Utomo cenderung lebih ramai ketika mahasiswa memulai semester awal, terlebih untuk mahasiswa yang berasal dari luar kota Semarang.

Keduanya pun mengharapkan hal yang sama, untuk penjualan motor bekas di tahun 2020 dapat lebih meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Harapannya pastinya di tahun ini penjualannya dapat lebih meningkat, terlebih sekarang saingan showroom motor bekas adalah showroom yang menjual motor-motor baru, karena mereka menawarkan down payment (DP), angsuran, dan bunga yang lebih rendah kepada pembeli. Bahkan saat ini juga marak pembelian motor tanpa dp sehingga banyak pembeli yang tertarik,” tuturnya. (Ute)

Cerita Kiper Asal Semarang Soal Persaingan Ketat TC Timnas U-19 Indonesia di Thailand

Cerita Sukamdi TNI Gadungan Perdaya Janda Janji Menikahi Hingga Raup Puluhan Juta

Wajah Babak Belur Penjambret Ipad di Genuk Kota Semarang, 2 Temannya Masih Buron

Meninggal karena Sakit di Atas Kapal, Jasad Pelaut Asal Sulsel Dibuang ke Laut

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved