Satpol PP Kota Semarang Razia Anak Jalanan, Fajar: Mereka Selalu Minta Uang Secara Paksa
Satpol PP Kota Semarang mengamankan gerombolan anak jalanan yang klaim sebagai komunitas Punk, Rabu (22/1/2020).
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satpol PP Kota Semarang mengamankan gerombolan anak jalanan yang klaim sebagai komunitas Punk, Rabu (22/1/2020).
Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, gerombolan anjal ini kerap meresahkan masyarakat.
Karena itu, pihaknya mengamankan gerombolan tersebut agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
• Penjual Es Puter Semarang Terancam Hukuman Mati, Tertangkap Edarkan Sabu Total 100 Gram Lebih
• Kisah Nyata: Pernikahan Hanya Berumur 12 Hari, Suami Suka Tidur di Depan TV dan Suami Ngaku Trauma
• Wanita Lulusan S2 Dihina karena Nikahi Sopir Truk, Ternyata Gaji Suami 5 Kali Lebih Besar
• Tak Terima Dilirik, Unggul Lempar Paving ke Kepala Mulya di Depan PDAM Tembalang Semarang
"Anak-anak jalanan ini sering memaksa pengguna jalan untuk memberikan uang, jika tidak diberi mereka akan mengebrak-gebrak mobil. Ini yang menjadi keresahan warga," ujar Fajar.
Selain anak jalanan, lanjut Fajar, petugas juga merazia para pengemis, gelandangan, dan orang gila yang berkeliaran di Kota Semarang. Ironisnya, pengemis yang terjaring razia masih usia anak-anak.
Hasil penyisiran, pihaknya mengamankan lima anak jalanan, empat pengemis, dan tiga orang gila di kawasan Jatingaleh dan exit tol Krapyak.
Menurut Fajar, razia ini dilakukan untuk membersihkan Kota Semarang dari pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT).
"Kota Semarang sering mendapatkan penghargaan, Wali Kota Semarang juga selalu berpesan untuk terus menjaga Kota Semarang dari penyakit masyarakat, makanya kami sebagai penegak perda akan terus berupaya menjaganya," tegasnya.
Fajar pun memberikan pembinaan kepada PGOT.
Hal ini untuk memberikan efek jera kepada mereka.
Ia juga meminta anak-anak jalanan untuk merapikan rambut dan penampilan mereka sekaligus diberi pengarahan untuk tidak kembali ke jalanan dan membuat resah warga.
"Kami beri pembinaan kepada anak-anak jalanan dan PGOT."
"Sementara, untuk orang gila kami kirim ke Resos Among Jiwo di Ngaliyan."
"Adapun pengemis yang masih anak-anak, kami kembalikan ke orang tuanya," urainya. (Eka Yulianti Fajlin)
• Wajah Babak Belur Penjambret Ipad di Genuk Kota Semarang, 2 Temannya Masih Buron
• Ledekan Ganjar ke Eks Pengikut Keraton Agung Sejagat : Oalah Sampeyan Menteri Urusan Bangunan Toh
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, 4 Siswa SMP Meninggal Tenggelam di Kolam Bekas Galian C Kudus
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun: Daihatsu Terios Tertabrak KA Kaligung di Batang, 2 Tewas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/razia-anak-jalanan.jpg)