Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Satpol PP Kota Semarang Razia Anak Jalanan, Fajar: Mereka Selalu Minta Uang Secara Paksa

Satpol PP Kota Semarang mengamankan gerombolan anak jalanan yang klaim sebagai komunitas Punk, Rabu (22/1/2020).

istimewa
Satpol PP Kota Semarang mengamankan gerombolan anak jalanan yang berkeliaran di jalanan, Rabu (22/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Satpol PP Kota Semarang mengamankan gerombolan anak jalanan yang klaim sebagai komunitas Punk, Rabu (22/1/2020).

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, gerombolan anjal ini kerap meresahkan masyarakat.

Karena itu, pihaknya mengamankan gerombolan tersebut agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Penjual Es Puter Semarang Terancam Hukuman Mati, Tertangkap Edarkan Sabu Total 100 Gram Lebih

Kisah Nyata: Pernikahan Hanya Berumur 12 Hari, Suami Suka Tidur di Depan TV dan Suami Ngaku Trauma

Wanita Lulusan S2 Dihina karena Nikahi Sopir Truk, Ternyata Gaji Suami 5 Kali Lebih Besar

Tak Terima Dilirik, Unggul Lempar Paving ke Kepala Mulya di Depan PDAM Tembalang Semarang

"Anak-anak jalanan ini sering memaksa pengguna jalan untuk memberikan uang, jika tidak diberi mereka akan mengebrak-gebrak mobil. Ini yang menjadi keresahan warga," ujar Fajar.

Selain anak jalanan, lanjut Fajar, petugas juga merazia para pengemis, gelandangan, dan orang gila yang berkeliaran di Kota Semarang. Ironisnya, pengemis yang terjaring razia masih usia anak-anak.

Hasil penyisiran, pihaknya mengamankan lima anak jalanan, empat pengemis, dan tiga orang gila di kawasan Jatingaleh dan exit tol Krapyak.

Menurut Fajar, razia ini dilakukan untuk membersihkan Kota Semarang dari pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT).

"Kota Semarang sering mendapatkan penghargaan, Wali Kota Semarang juga selalu berpesan untuk terus menjaga Kota Semarang dari penyakit masyarakat, makanya kami sebagai penegak perda akan terus berupaya menjaganya," tegasnya.

Fajar pun memberikan pembinaan kepada PGOT.

Hal ini untuk memberikan efek jera kepada mereka.

Ia juga meminta anak-anak jalanan untuk merapikan rambut dan penampilan mereka sekaligus diberi pengarahan untuk tidak kembali ke jalanan dan membuat resah warga.

"Kami beri pembinaan kepada anak-anak jalanan dan PGOT."

"Sementara, untuk orang gila kami kirim ke Resos Among Jiwo di Ngaliyan."

"Adapun pengemis yang masih anak-anak, kami kembalikan ke orang tuanya," urainya. (Eka Yulianti Fajlin)

Wajah Babak Belur Penjambret Ipad di Genuk Kota Semarang, 2 Temannya Masih Buron

Ledekan Ganjar ke Eks Pengikut Keraton Agung Sejagat : Oalah Sampeyan Menteri Urusan Bangunan Toh

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, 4 Siswa SMP Meninggal Tenggelam di Kolam Bekas Galian C Kudus

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun: Daihatsu Terios Tertabrak KA Kaligung di Batang, 2 Tewas

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved