Jalan Depok Resmi Jadi Pusat Kuliner Malam Semarang, Hendi: Jangan Mremo
Jalan Depok Semarang resmi menjadi pusat kuliner malam, buka setiap Jumat dan Sabtu pukul 18.00-01.00.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jalan Depok Semarang resmi menjadi pusat kuliner malam.
Sentra boga ini dijadwalkan buka setiap Jumat dan Sabtu pukul 18.00-01.00.
Kebijakan ini upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meningkatkan sektor pariwisata kuliner dan menggerakkan sektor UMKM.
• Pengakuan Istri Deddy Dores yang Orbitkan Nike Ardilla, Anaknya Banting Setir Jadi Driver Ojol
• Arti Ucapan Gong Xi Fa Cai Ternyata Bukan Selamat Tahun Baru Imlek, lho. Ini yang Benar
• BREAKING NEWS: Kecelakaan Innova Hitam Nangkring di Separator Majapahit Semarang
• Petaka Kandang Ayam: 3 Pria Purbalingga Cabuli Gadis 15 Tahun, Diantara Pelaku Masih di Bawah Umur
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menyebutkan, ada 72 tenant yang turut meramaikan wisata kuliner di Jalan Depok.
Sebanyak 32 di antaranya merupakan UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang.
"Di tengah keinginan kita menggerakkan Kota Semarang, kita tidak punya laut biru, laut pasir putih, tapi kita punya warga yang kompak membuat Semarang hebat.
Kita jadikan Depok sebagai wisata kuliner yang sehat," terang Hendi, sapaannya, saat meresmikan Jalan Depok sebagai pusat kuliner, Jumat (24/1/2020) malam.
Ia berharap, keberadaan pusat kuliner Jalan Depok dapat dijaga baik kualitas, cita rasa, maupun harga.
Menurutnya, kegagalan wisata kuliner yaitu kerapnya pedagang berperilaku mremo saat kulinernya sudah dikenal masyarakat.
Hal itu justru membuat wisata kuliner tidak bertahan lama.
"Sekali booming, kemudian mulai mremo, es teh yang biasanya Rp 2 ribu jadi Rp 10 ribu.
Maka dalam hitungan yang tidak terlalu lama saya pastikan akan sepi.
Untuk itu, mari jaga bersama agar semakin baik," paparnya kepada Tribunjateng.com.
Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki juga turut hadir dalam persemian pusat kuliner Jalan Depok.
Ia pun mengapresiasi langkah positif yang dapat mendorong kuliner lokal.