Beri Dana Hibah Rp 9 Miliar, Pemkab Semarang Ingin 2 Kesenian Ini Tak Mati

Bupati Semarang, Mundjirin menginginkan agar kesenian di Kabupaten Semarang terus dilestarikan masyarakatnya.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: muh radlis
IST
Bupati Semarang Mundjirin di sosialisasi dana hibah lembaga kesenian di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Selasa (28/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bupati Semarang, Mundjirin menginginkan agar kesenian di Kabupaten Semarang terus dilestarikan masyarakatnya.

Dua kesenian yang menurutnya harus terus dilestarikan, di antaranya seni tari Prajuritan, juga tari Rodhat.

"Tari Prajuritan memang tari khas Kabupaten Semarang.

RSUP Kariadi Semarang Tangani Pasien Terindikasi Suspect Corona, Datang Sendiri Bukan Hasil Rujukan

Kedekatan Duda Dory Harsa Penabuh Gendang Didi Kempot dengan Nella Kharisma yang Masih Bersuami

Siswi SMP Ditemukan Meninggal di Gorong-gorong, Terekam CCTV Diajak Sosok Pria Dewasa

Puryanto Penemu Gading Gajah Purba di Sragen Minta Kompensasi Uang, Ini Jawaban Dody Wiranto

Sementara Tari Rodhat sudah ada sejak zaman kolonial.

Mari terus dilestarikan," jelas Bupati Mundjirin di sosialisasi dana hibah lembaga kesenian di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Selasa (28/1/2020).

Menurut Mundjirin, pelaku kesenian di Kabupaten Semarang harus meneguhkan tekad melestarikan semua bentuk seni budaya, khususnya di Kabupaten Semarang.

Dalam sosialisasi dana hibah itu, Mundjirin memberi hibah ke 600 kelompok kesenian dari 19 Kecamatan di Kabupaten Semarang.

Selain itu dialokasikan dana hibah ke 300 kelompok olahraga.

Total dana hibah yang diserahkan sebesar Rp9 miliar.

"Dihibahkan ke 600 lembaga kesenian yang terdaftar saat ini, agar mereka menjaga kelestarian seni budaya yang ada," paparnya.

Ia menilai pelaku seni bisa memanfaatkan dana hibah tersebut secara optimal, yakni di bidang kebutuhan pengembangan atau pelestarian seni yang digeluti.

Sarwoto Ndower, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Semarang (DKKS) menjelaskan saat ini sekitar 90 persen lembaga kesenian yang terdaftar telah menerima bantuan hibah.

"Artinya setelah pembenahan sumber daya manusia dan peralatan tersedia, kegiatan berkesenian harus terus dilakukan," ungkap dia.

Sarwoto mengungkapkan untuk membina kelompok kesenian di masing-masing kecamatan di Kabupaten Semarang, pihaknya bekerjasama dengan lembaga kesenian kecamatan (LKK).

Saat ini ia menyebut telah terbentuk 15 LKK tahun ini di Kabupaten Semarang.

Menurutnya, beberapa bulan mendatang semua kecamatan di Kabupaten Semarang memiliki LKK.

"LKK ini nantinya yang membantu mengurusi tentang penggunaan hibah, latihan, dan lain-lain," ungkap dia. (Ahm)

Virus Corona Pengaruhi Dunia Wisata di Jateng, Sinoeng : Tidak Signifikan

Heboh Virus Corona, Kunjungan Wisatawan Tiongkok ke Solo Dipastikan Berkurang Drastis

Ikut Seleksi CPNS? Ini Hal yang Harus Diperhatikan

Tidak Semua Masker Bisa Cegah Penyebaran Virus Corona, Ini yang Disarankan Dokter RSUD Kendal

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved