Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Wonogiri

Cerita Tukang Ojek Pangkalan Vs Begal di Ngadirojo, Yanto Dipiting Diduduki dan Dipukuli

Seorang tukang ojek pangkalan asal Wonogiri lolos dari begal yang nyaru jadi penumpang setelah baku hantam di jalan desa.

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, WONOGIRI - Seorang tukang ojek pangkalan asal Wonogiri lolos dari begal yang nyaru jadi penumpang setelah baku hantam di jalan desa.

Mardiyanto (61) warga Dusun Primbon, Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, menjadi korban pembegalan Sri Margono (40) pada Rabu (29/1/2020) sekira pukul 17.30.

Dalam upaya meloloskan diri, Yanto sapaan akrabnya harus adu pukul dengan si begal ini berkali-kali.

Kecelakaan di Pantura Demak, Pengendara Kawasaki Ninja 250 Tewas Terlindas 2 Truk Malam

Harga Pertamax Berubah, Berlaku Mulai Sabtu Pukul 00.00, Berikut Penjelasan Pertamina

5 Bulan Menikah, Cut Meyriska Sebut Roger Danuarta Sering Menghalanginya Cari Pahala

Detik-detik Lion Air Mendarat Darurat di Srilanka karena 2 Penumpang Tewas Terserang Virus Menular

Meski wajah berlumuran darah, dia bersyukur bisa selamat.

"Saya sudah ngojek 6-7 tahun.

Ini pengalaman pertama (dibegal penumpang)," katanya kepada Tribunjateng.com di kediamannya, Jumat (31/1/2020).

Yanto mengenang, kejadian itu bermula saat Margono sang begal turun dari bus di depan Pasar Ngadirojo.

Begitu Margono turun, Yanto yang sehari-hari mangkal di pasar tersebut menghampiri.

Dia menawari si pelaku ngojek menggunakan sepeda motornya.

"Saya tanya, 'Ngojek, Mas?' Dia bilang, mau istirahat dulu sebentar," ucap Yanto menirukan jawaban Margono.

Yanto kemudian dipanggil calon penumpang lain yang baru saja belanja di Pasar Ngadirojo.

Dia pun mengantarkan yang bersangkutan memakai motor yang belum lama dibelinya, Mio M3 berpelat nomor AD5074ABG.

Motor itu baru dipakai ngojek sekitar 14 hari.

Yanto membeli motor secara kredit dengan mengangsur Rp 600 ribu setiap bulan selama 18 bulan.

Setelah selesai mengantarkan penumpang, dia lantas kembali ke pangkalan.

Ternyata belum sampai pos, dia dicegat Margono di pinggir jalan dekat pasar.

"Dia bilang mau ngojek ke arah Jatiyoso.

Sempat tanya, ongkosnya berapa?

Kalau ke Jatiyoso, ongkosnya Rp 50 ribu.

Pelaku sepakat, terus saya antarkan," terangnya.

Belum sampai ke Jatiyoso, tepatnya di dekat Dusun Lantung Desa Jatimarto, Margono meminta Yanto berhenti.

Dia menyatakan kebelet ingin buang air kecil.

Di area persawahan yang berjarak sekitar 500 meter dari jalan raya, Yanto memenuhi permintaan tersebut.

Tanpa mematikan mesin motor, keduanya berhenti.

"Dia turun, saya masih berada di atas motor kondisi menyala.

Tiba-tiba pelaku naik lagi dan memiting leher saya menggunakan tangan kanan.

Saya meraih kunci motor dan mesin saya matikan," jelas Yanto.

Dari belakang, Margono mengancam Yanto menggunakan pistol berujung pisau.

Yanto berniat melawan, pelaku seketika mendorong tubuhnya hingga jatuh terjerembab.

Margono kemudian menduduki tubuh Yanto yang terlentang.

Dia melancarkan pukulan bertubi-tubi ke wajah tukang ojek tersebut.

"Saya teriak-teriak minta tolong.

Pelaku terus bangkit naik motor saya.

Saya bangun berusaha mengambil kunci motor.

Badan saya kemudian didorong ke rumpun bambu dan pelaku memukuli wajah saya lagi," ungkap Yanto.

Seingatnya, baku hantam dengan pelaku terjadi tiga kali.

Akibat kejadian itu, wajah kanan Yanto mengalami lebam dan berlumuran darah.

Laki-laki paruh baya itu sempat melancarkan sebuah pukulan ke bagian dada pelaku hingga Margono sempoyongan.

"Saya masih terduduk, dia bergerak ke motor.

Saat pelaku menuntun motor menjauh berusaha menyalakan mesin, saya mengejar.

Saya berhasil memegang behel motor bagian belakang," paparnya.

Sekuat tenaga Yanto menarik motornya ke arah kiri sehingga pelaku terpelanting.

Melihat kesempatan itu, Yanto mengambil kunci motor terus lari ke jalan raya meminta pertolongan.

Pelaku sempat berteriak membujuknya mengantarkan lagi naik motor.

Yanto tak peduli, tetap lari meminta pertolongan.

Tanpa sepengetahuan Yanto, Margono pergi meninggalkan motor Mio miliknya dalam kondisi tergeletak.

Di jalan raya, Yanto melihat Margono membonceng motor lain melintas ke arah Desa Kasihan.

"Saat itu warga sudah banyak berdatangan menghampiri saya.

Saya bilang itu pelakunya.

Terus orang-orang mengejar," tuturnya.

Saat warga setempat mengejar pelaku, Yanto memilih pulang.

Dia mengambil motor dan langsung memeriksakan diri ke bidan desa, tenaga medis terdekat  rumahnya.

"Sekarang sudah tidak apa-apa, tidak ada rasa sakit.

Malamnya, saat kejadian itu tidak bisa tidur.

Tidak cuma perih di wajah tapi juga terbayang kalau sampai tertusuk pisau dan tidak bisa bertemu keluarga lagi," kenangnya.

Perlu diketahui, Margono berhasil ditangkap warga saat motor curiannya kehabisan bensin di Dukuh Bulusari, Desa Kasihan, Kecamatan Ngadirojo.

Warga Kecamatan Wonosari, Klaten, ini pun dihakimi massa beramai-ramai sebelum diamankan petugas Polsek Jatipuro, Karanganyar.

Menurut Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Ismanto Yuwono, Sri Margono melakukan dua kejahatan sekaligus pada Rabu (29/1/2020) di lokasi berbeda.

Lokasi masing-masing kejahatan tersebut adalah Dukuh Lantung dan Dukuh Banaran di Desa Jatimarto, Kecamatan Ngadirojo.

Kronologi kejahatannya, semula tersangka menaiki ojek dari Pasar Ngadirojo dengan tujuan ke Kecamatan Jatiyoso sekitar pukul 17.30.

Ternyata sesampainya di Dukuh Lantung, pelaku membekap tukang ojek, Mardiyanto, dari belakang.

Pria yang bertubuh jumbo itu memukuli korban tapi aksinya gagal.

"Korban sempat melakukan perlawanan sehingga pelaku kewalahan.

Karena gagal melakukan aksi kemudian pelaku melarikan diri," kata AKP Ismanto Yuwono kepada Tribunjateng.com, Kamis (30/1/2020).

Dalam pelarian itu, pelaku selanjutnya mencari tumpangan.

Ada warga setempat pengendara motor, Sukijo (52), yang berbaik hati memberi boncengan karena tak tahu aksi Margono sebelumnya.

Dasar tidak tahu diuntung, sesampainya di Dukuh Banaran, pelaku nekat mencuri motor milik Sukijo.

Motor itu pun dilajukannya meninggalkan sang pemilik.  

Ternyata saat sampai di Dukuh Bulusari, Desa Kasihan, motor Sukijo yang dikendarai pelaku kehabisan bensin sekitar pukul 18.00.

Saat hendak mengisi bensin, pelaku diteriaki massa.

Dia berhasil ditangkap sehingga merasakan sejumlah bogem mentah.

"Kepolisian dari Polsek Jatipuro yang mendapatkan laporan itu kemudian mendatangi lokasi.

Langsung mengamankan pelaku.

Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diserahkan ke Polsek Ngadirojo Wonogiri untuk penanganan selanjutnya," jelas AKP Ismanto.

Karena lokasi kejahatan Margono masuk wilayah hukum Kabupaten Wonogiri, pelaku diserahkan ke Polsek Ngadirojo. (agus iswadi)

Siswi SMP Meninggal di Gorong-gorong, Hasil Visum Ungkap Lidah Dalam Keadaan Tergigit

3 Pemuda Cilacap Mabuk dan Bikin Onar di Jalan Hasanuddin Semarang, Pukul Kaca Mobil yang Melintas

Kisah Perempuan Maling Beruntung di Semarang, Dilepas Korban Lantaran Iba Sampai Bersimpuh di Kaki

Rheiny Octavia Pemeran Neng Linda di Tukang Ojek Pengkolan Hilang Peran, Ini Tanggapannya

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved