Hartopo Resmikan Ruang Isolasi Virus Corona Jelang Evakuasi WNI dari Wuhan
Pemerintah Kabupaten Kudus meresmikan ruang isolasi untuk mencegah penyebaran virus Novel Corona Virus (nCOV) jelang evakuasi WNI dari Wuhan, di RSUD
Penulis: raka f pujangga | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten Kudus meresmikan ruang isolasi untuk mencegah penyebaran virus Novel Corona Virus (nCOV) jelang evakuasi WNI dari Wuhan, di RSUD Loekmono Hadi, Kabupaten Kudus, Sabtu (1/2/2020).
Selain itu, dia juga menyiapkan satu posko layanan khusus di Terminal Kudus untuk memberikan informasi terkait virus tersebut.
Plt Bupati Kudus, HM Hartopo mengatakan pos pantau merupakan instruksi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, agar setiap kabupaten/kota memiliki satu posko layanan informasi terkait virus tersebut.
• Kecelakaan di Pantura Demak, Pengendara Kawasaki Ninja 250 Tewas Terlindas 2 Truk
• Jennifer Dunn Klaim Hidup dari Nol, Sarita Abdul Mukti Beberkan Aset Faisal Harris Saat Menikah Lagi
• Pendiri Negara Rakyat Nusantara Ditangkap, Ternyata Eks Caleg Parpol Pimpinan Prabowo
• Detik-detik Lion Air Mendarat Darurat di Srilanka karena 2 Penumpang Tewas Terserang Virus Menular
"Kami sudah mempersiapkan satu titik untuk tempat sebagai posko layanan di Kudus," ucapnya usai meresmikan ruang isolasi pasien virus corona di RSUD Kudus, Sabtu (1/2/2020) pagi.
Untuk lokasi, kata Hartopo, posko pelayanan tersebut dibangun di Terminal Induk Jati, atau di depan Kudus City Walk.
Kemudian sejumlah tim medis yakni perawat dan dokter pun telah disiagakan di posko layanan tersebut.
"Kami sudah menyiapkan pembangunan posko itu kemarin dan kini sudah beroperasi," lanjut dia.
Posko layanan itu juga bertujuan untuk menangani apabila ada pengendara yang merasa jika dirinya memiliki gejala mirip virus corona yakni demam, flu, batuk, hingga sesak nafas.
Apabila diperlukan maka akan segera dirujuk ke RSUD Loekmono Hadi Kudus untuk segera mendapat perawatan intesnsif.
"Semua aspek telah kami siapkan untuk penanganan ini untuk mencegah penyebaran virus," jelasnya.
Walau demikian, Hartopo berharap jika Kudus tetap aman dari virus corona.
Hingga hari ini pihaknya juga belum mendapat laporan terkait adanya warga Kudus yang bakal pulang dari Wuhan, China saat evakuasi dari pemerintah pusat.
"Kami belum mendapat laporan, tetapi kami mengharapkan Kudus aman dari virus ini," jelasnya.
RSUD Kudus menjadi satu dari lima rumah sakit di Jawa Tengah yang diminta melakukan langkah antisipatif tersebut.
Sehingga ketika ada pasien di daerah sekitar yang terindikasi virus tersebut , bisa segera ditangani dan dikarantina.
Ruang isolasi akan menjadi ruang bertekanan negatif, yang didalamnya tidak terdapat pendingin ruang.
Namun disiapkan kipas angin dan penyedot udara dalam ruang isolasi.
Kemudian alat dan kelengkapan medis juga telah dipersiapkan secara lengkap. (raf)
• Kembangkan Bisnis Sesuai Passion, Dina Dellyana : Jangan Tunggu Jago Baru Mulai
• Guru Honorer di Pati Tuntut Presiden Jokowi Terbitkan Keppres Pengangkatan sebagai ASN/P3K
• Kebutuhan PNS di Kota Solo Capai 2 Ribu, BKN Cuma Kasih Jatah 407 Formasi
• Agenda Jokowi di Akhir Pekan, Temani Jan Ethes Bermain di Mal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/simulasi-penanganan-penderita-virus-corona-di-rsud-loekmono-hadi-kabupaten-kudus-sabtu-122020.jpg)