Liga 1
Liga 1 2020 Bakal Diawasi Satgas Antimafia Bola, Ini Kata Ketum PSSI
Satgas Anti Mafia Bola akan kembali mengawal jalannya gelaran Liga Indonesia musi 2020 untuk menjaga permainan bersih.
TRIBUNJATENG.COM - Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 akan segera bergulir pada akhir Februari serta Maret mendatang.
Satgas Anti Mafia Bola akan kembali mengawal jalannya gelaran Liga Indonesia musi 2020 untuk menjaga permainan bersih.
Jelang bergulirnya dua kompetisi tersebut, napas Satgas Anti Mafia Bola kembali diperpanjang menjadi jilid ketiga.
• Afifah Ifahnda Pemeran Zahra di Tukang Ojek Pengkolan Hilang Peran, Ini Aktivitasnya Kini
• Kisah Rina Rismayanti Dianggap Hilang dan Meninggal 5 Tahun Lalu, Ternyata Masih Hidup di Medan
• Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Sumardi Meninggal Saat Dengarkan Khotbah Sholat Jumat
• Bea Cukai Hentikan Sebuah Truk dari Jepara di Tol Batang, Bawa Ratusan Ribu Rokok Ilegal
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengapresiasi atensi besar yang diberikan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Idham Aziz, untuk membantu federasi sepak bola Indonesia dan mengaktifkan kembali Satgas Anti Mafia Bola.
Diharapkan dengan adanya Satgas Anti Mafia Bola, kompetisi di Indonesia bisa berjalan lancar tanpa adanya praktik-praktik haram.
"PSSI ingin mewujudkan sepak bola yang bersih, bermartabat, dan berprestasi," kata Mochamad Iriawan seperti BolaSport.com kutip dari laman resmi PSSI.
Karena itu kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi Kapolri yang membantu kami dengan kembali melanjutkan Satgas Anti Mafia Bola," ucap pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.
Sebelumnya, Mochamad Iriawan menerima kunjungan kerja tim Satgas Anti Mafia Bola yang dipimpin langsung oleh Kasatgas BJP, Hendro Pandowo Karo Provost Propam Polri.
Dalam kesempatan itu, Kasatgas menyampaikan hasil kinerja dan temuan yang diperoleh Satgas Anti Mafia Bola Jilid II.
Mochamad Iriawan menegaskan bahwa untuk membangun sepak bola nasional, PSSI membutuhkan bantuan dan sinergi dari semua stakeholder sepak bola.
"Sepak bola bukan cuma milik PSSI, tetapi milik masyarakat. Untuk itu kita harus bergerak bersama-sama," tutur Mochamad Iriawan mengakhiri. (*/bolasport)
• Kisah Dokter Li Meninggal Tertular Virus Corona dari Pasien, Ia Kali Pertama Beri Peringatan Virus
• Striker PSIS Bruno Silva Dilempari di Stadion Citarum
• Dulu Cristiano Ronaldo Juventus Berfikir Akan Jadi Nelayan di Madeira Ketika Usia 35 Tahun
• Persija dan Persib Kena Prank, Saddil Ramdani Pilih ke Bhayangkara FC