Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kadinkes Kota Semarang Bagi Tips Lengkap Mencegah Tubuh Terjangkit Virus Corona

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moch Abdul Hakam berbagi tips mengantisipasi virus Corona masuk dalam tubuh.

Tayang:
tribunjateng/akbar hari mukti
Kepala Dinkes Kota Semarang Moch Abdul Hakam, ditemui di kantornya, Selasa (10/12/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Belum ada pedoman internasional terkait pengobatan terapi dan pencegahan virus Corona. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moch Abdul Hakam, menyampaikan beberapa negara terdampak, terutama Tiongkok, aktif melaksanakan berbagai penelitian.

Baik penelitian in-vitro (dilakukan di tingkat sel di dalam laboratorium), juga penelitian klinis yang dilakukan pada sampel pasien dengan jumlah yang sedikit. 

Alhamdulillah, Baim Wong Akhirnya Bertemu Nurul Sopir Angkot Semarang Viral : The Power +62

Baim Wong Lunasi Utang Nurul Sopir Angkot di RSUP Kariadi: Almarhumah Bisa Tenang Sekarang

9 Preman Eks Terminal Terboyo Semarang Diciduk Polisi

Kisah Pencarian Baim Wong Temui Nurul Sopir Angkot Viral, Hampir Menyerah sampai Diantarkan Ojol

Namun tetap sampai saat ini WHO belum menetapkan adanya terapi definitif dan profilaksis.

Terdapat penelitian-penelitian terdahulu yang mencoba meneliti terapi dan profilaksis untuk dua infeksi Coronavirus lain yaitu SARS dan MERS-CoV, yang juga hingga kini belum ada standar internasional yang terbukti secara ilmiah.

"Ada banyak tahapan yang dilakukan dalam hal uji khasiat obat pada manusia."

"Uji di dalam laboratorium, uji pada hewan percobaan, uji pada manusia dengan sampel yang sedikit, uji lebih luas lagi dengan sampel yang banyak, dan banyak di lokasi penelitian di berbagai belahan dunia."

"Serta wajib terpenuhinya syarat-syarat penelitian yang kuat dan valid," ujar Abdul Hakam pada tribunjateng.com, Selasa (11/2/2020)

Dengan demikian, tidak bisa mengambil satu atau dua data penelitian untuk dapat langsung diterapkan kepada masyarakat luas.

Ada tata cara dalam penyampaian informasi hasil penelitian tertentu, agar pesan ataupun kesimpulan dari penelitian itu tersampaikan dengan benar, terhindarkan dari mispersepsi.

"Sehingga di sinilah peran pemerintah serta pemangku kebijakan dalam hal ini para ahli tersebut juga organisasi profesi dokter, untuk menjaga agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar."

"Sehingga masyarakat tidak dirugikan," ungkapnya

Hakam menyampaikan Pencegahan yang efektif untuk 2019-nCoV sampai saat ini adalah dengan sering mencuci tangan dengan cairan pencuci mengandung alkohol atau dengan air dan sabun.

Selanjutnya, memakai masker sesuai peruntukannya dan sesuai kondisi.

Pemakaian dianjurkan untuk mengganti masker tersebut setiap 4 jam sekali.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved