Berita Internasional
Ultimatum Presiden Donald Trump, Taliban Minta Washington Angkat Kaki dari Afghanistan
Pihak AS, yaitu Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, menghubunginya dan menjelaskan tentang kemajuan penting pada perundingan dengan Taliban.
TRIBUNJATENG.COM, KABUL - Ultimatum penting dikirimkan kepada Amerika Serikat (AS) berkait perdamaian yang saat sedang terus dirundingkan.
Ultimatum tersebut disebutkan datang dari kelompok Taliban.
Mereka menginginkan jawaban dari apa yang mereka tawarkan.
Dimana mereka menyiratkan siap mengurangi aksi kekerasan di Afghanistan selama tujuh hari ke depan, sebagai ganti Washington angkat kaki.
• Pele Kini Semakin Tertutup, Edinho Sebut Ayahnya Depresi Karena Kondisi Kesehatan Saat Ini
• Iker Casillas Calon Presiden RFEF, Lawannya Petahana
Menanggapi hal ini, Presiden AS, Donald Trump meyakini akan ada nota kesepakatan dengan Taliban pada beberapa hari ke depan.
Namun sesuai yang dikutip dari Kompas.com, Kamis (13/2/2020), penarikan pasukan AS dari Afghanistan tidak akan terjadi.
Washington juga mengatakan bahwa perjanjian "pengurangan masa kekerasan" telah berlalu.
Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani juga mengungkapkan soal itu lewat akun twitternya.
Dia mengatakan, pihak AS, yaitu Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, menghubunginya dan menjelaskan tentang kemajuan penting pada perundingan dengan Taliban.
Dua anggota Taliban yang tidak berkenan disebut namanya ini melaporkan kepada media, ultimatum kemudian disampaikan oleh pihak negosiator Pimpinan Taliban.
Tim negosiator yang dipimpin Mullah Abdul Ghani Baradar berjumpa dengan utusan Gedung Putih, Zalmay Khalilzad, dan Menteri Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman Al Thani.
• Irfan Bachdim Gabung PSS Sleman, CEO Bali United: Selamat
• BREAKING NEWS: Tak Diberi Rokok, Dua Remaja Tusuk Sopir Truk di Teluk Penyu Cilacap
Bukannya merespon ultimatum dengan cepat, pihak Washington justru fokus pada perundingan terkait permintaan-permintaan yang dilayangkan Taliban.
Salah satu permintaan tersebut adalah mempertahankan kantor politik di Doha, ibu kota Qatar dimana Khalilzad sering bertemu dengan perwakilan mereka dan mencari resolusi untuk mengakhiri kampanye militer AS selama 18 tahun.
Taliban juga menuntut dalam negosiasi, perwakilan pemerintah Presiden Ghani tidak boleh hadir dalam kapasitas resmi.
Melainkan hanya seorang warga negara Afghanistan biasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ultimatum-taliban-kepada-amerika.jpg)