Berita Semarang
Kunjungi Semarang, Jusuf Kalla Kembali Ingatkan Jam Kerja PMI
Jusuf Kalla mengapresiasi kinerja PMI Kota Semarang yang selalu meningkatkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla kunjungi Markas PMI Kota Semarang, Minggu (16/2/2020).
Dalam kunjungan tersebut, Jusuf Kalla didampingi anggota Dewan Kehormatan PMI Komjen (Purn) Syafrudin.
Jusuf Kalla mengatakan, markas PMI harus selalu siaga 24 jam.
Menurutnya di Indonesia, penggunaan kata markas hanya digunakan oleh TNI, Polri, dan PMI.
• 56 Sertifikat Dibatalkan BPN, Warga Kebonharjo Semarang Pasang Spanduk Siap Berperang
• Manchester City Dilarang Main di Liga Champions, Juergen Klopp: Semua Harus Hormati Aturan
Dengan demikian, PMI harus selalu melayani masyarakat.
Begitupun personel PMI tidak hanya terikat jam kerja.
Namun harus selalu siap apabila dibutuhkan dalam berbagai situasi.
"Seperti anggota TNI dan Polri, relawan PMI juga harus siap 24 jam," kata Jusuf Kalla seperti rilis yang diterima Tribunjateng.com, Minggu (16/2/2020).
Jusuf Kalla dalam kesempatan tersebut juga mengapresiasi kinerja PMI Jawa Tengah yang selalu meningkatkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Terutama dalam kesiapsiagaan bencana dan kebutuhan darah.
"Kami sangat apresiasi PMI Jawa Tengah yang memiliki pusat pendidikan latihan dan gudang logistik regional," bebernya.
Jusuf Kalla melanjutkan, apalagi PMI Jateng melalui PMI Kota Semarang telah memiliki fasilitas markas dan gedung Unit Donor Darah (UDD) yang dilengkapi berbagai fasilitas.
"UDD PMI Semarang ini salah satu yang terbaik di Indonesia," katanya.
• Tengok Kemegahan Stadion Manahan Surakarta, Fabiano Beltrame Sebut Setara Stadion Eropa
• Pertama di Indonesia, Desa Wisata Terapkan Transaksi Non Tunai, Diluncurkan di Kabupaten Tegal
Sementara Ketua PMI Jateng, Imam Triyanto menuturkan, pihaknya sudah menjalankan pesan Jusuf Kalla dengan selalu aktif komunikasi dan koordinasi selama 24 jam.
Ini tampak dari pelaporan setiap hari dari Kabupaten dan Kota yang masuk ke PMI Jateng.
"Kami selalu komunikasi dengan PMI kabupaten dan kota setiap hari untuk update situasi wilayah apabila terjadi bencana, termasuk kebutuhan darah."
'Apabila suatu wilayah tidak tersedia stok darah yang dibutuhkan masyarakat, dan wilayah lain stok berlebih."
Maka dapat dilakukan distribusi melalui jejaring antar UDD PMI untuk memenuhi permintaan," jelasnya.
Imam juga berterima kasih atas apresiasi Ketua Umum PMI.
"Tentu ini suatu apresiasi bagi kami yang terus mendorong kami untuk terus bekerja melayani masyarakat," terangnya. (Iwan Arifianto)
• Ulasan Persis Solo Vs Persib Bandung - Salahudin: Jadi Pelajaran Berharga Laskar Sambernyawa
• Menengok Pasar Konsep Zaman Majapahit di Kabupaten Semarang, Harga Klepon Cuma Lima Uli
• Ganjar: Jangan Sampai Dana Desa Dimarkup, Apalagi Jadi Proyek Fiktif
• Temani Jaladara, Solo Tambah Kereta Uap, Lokomotif Djoko Kendil Berusia 99 Tahun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jusuf-kalla-pmi-jateng.jpg)