Berita Pekalongan

Terungkap Teka-teki Pemilik Mobil Dinas untuk Latihan Nyetir di Pekalongan, Sempat Viral di Medsos

Masih ingat, video berdurasi 13 detik mengenai mobil pelat merah bernomor polisi G 43 AA di Pekalongan?

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: deni setiawan
istimewa
Mobil dinas milik Kota Pekalongan yang dijadikan buat belajar menyetir di Stadion Hoegeng Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Masih ingat, video berdurasi 13 detik mengenai mobil pelat merah bernomor polisi G 43 AA di Pekalongan?

Mobil itu diduga dijadikan untuk belajar menyetir di Stadion Hoegeng Pekalongan, pada Jumat (14/2/2020) dan sempat menjadi viral di sosial media.

Ternyata, mobil tersebut milik Institut Agama Negeri Islam (IAIN) Pekalongan.

Hal tersebut dibenarkan Kabag Umum IAIN Pekalongan, Saiful Anam saat ditemui Tribunjateng.com, Senin (17/2/2020).

Delapan Calon Paslon Kepala Daerah Terima Rekomendasi PDIP, Rabu Diserahkan di Jakarta

Komplotan Pencopet Ditangkap di Solo, Tiga Pelaku Manfaatkan Kerudung Guna Sembunyikan Hasil Curian

"Benar, mobil tersebut milik IAIN dan digunakan untuk latihan menyetir staf kami."

"Disamping tugas utamanya sebagai tenaga administrasi, juga akan diperbantukan sebagai driver," kata Saiful.

Menurut Saiful, latihan menyetir tersebut dilakukan untuk menunjang kebutuhan operasional perkantoran.

Dimana setiap event membutuhkan mobilitas.

"Kami berharap, staf itu bisa menyetir agar apabila ada kebutuhan mendadak."

"Tidak harus melulu ke driver murni karena driver di IAIN hanya satu orang," ungkapnya.

Pihaknya menyampaikan, mengenai komentar di salah satu media sosial terkait penggunaan mobil pelat merah dijadikan latihan setiap hari, informasi tersebut tidak benar.

"Perlu kami jelaskan lebih lanjut bahwa mobil yang dijadikan latihan tersebut hanya sekali."

"Yaitu pada Jumat (14/2/2020) pukul 16.00 hingga pukul 17.00. Itupun di luar kerja," ujarnya.

Kecelakaan PRT Semarang, Kedua Tangan Susi Diamputasi, Tersengat Listrik Saat Ambil Jemuran

Kecelakaan Flyover Manahan, Polresta Surakarta Ingatkan Lagi Batas Kecepatan Maksimal 40 Km/jam

Saiful menambahkan, terkait pandangan masyarakat yang menganggap itu kecerobohan, pihaknya meminta maaf atas kejadian tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved