Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Perampokan Rumah Semarang

Mbah Hajjah Dibekap Bantal, Dikira Keponakan Bercanda, Ternyata Perampok

Awalnya korban mengira dibercandai kerabatnya yang bernama Mujiyati dan mengira kerabat tersebut kurang ajar karena membekap wajah korban.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: deni setiawan
POLSEK BANYUMANIK
Polisi menggali informasi di rumah Hajjah Fatimah Soebandi (75), Kampung Muteran, RT 04 RW 03 Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang yang disatroni perampok pada Senin (17/2/2020) pukul 14.00. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rumah Hajjah Fatimah Soebandi (75), warga Kampung Muteran, RT 04 RW 03 Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang disatroni perampok pada Senin (17/2/2020) pukul 14.00.

Fatimah yang saat itu sedang menonton TV di kamar rumahnya, mendadak dibekap bantal dari belakang oleh perampok.

Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Ubaidillah (23), cucu Hajjah Fatimah yang tinggal di lingkungan yang sama pada Senin (17/2/2020) malam.

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! Berteduh di Gubuk, Wasit Disambar Petir hingga Tewas di Jepara

7 Jenazah Korban Kecelakaan Helikopter MI 17 Jatuh Tiba di Lanumad Ahmad Yani Semarang

Alamat Tak Sesuai, Warga Belanda Ini Bingung Cari Keberadaan Orangtua Kandung di Indonesia

Kisah Unik di Masjid Raya Al Falah Sragen, Barang Milik Jamaah Hilang Termasuk Motor Bakal Diganti

"Awalnya Mbah Hajjah mengira didatangi keponakannya yang bercanda membekap bantal ke muka."

"Mbah Hajjah bilang, 'Ji, Muji, kamu kok kurang ajar sekali'. Disangka keponakannya, Mbak Mujiyati," terang pria yang dikenal dengan nama Ubed itu.

Ubed menjelaskan, awalnya korban mengira dibercandai kerabatnya yang bernama Mujiyati dan mengira kerabat tersebut kurang ajar karena membekap wajah korban.

Peristiwa perampokan terjadi sekira pukul 14.00 saat hujan deras.

Kemungkinan pelaku sudah memindai rumah korban, tahu posisi ruang di rumah karena langsung menuju kamar.

Pelaku diduga masuk melalui pintu samping rumah korban yang berbatasan dengan gang kecil.

Bukan lewat pintu gerbang utama yang berhadapan jalan raya.

Korban menyadari kejadian tersebut bukan bercanda ketika korban melawan.

Namun justru dibekap lebih kencang.

Korban akhirnya pura-pura pingsan saat dibekap agar tidak dilukai pelaku.

Saat membekap korban, pelaku melepas pengait kalung, tidak ditarik.

PSCS Cilacap Vs Persib Bandung - Lanus Japan Fasilitas Armada Gratis Nonton Laga Uji Coba

Jatuh Bangun Kiper PSIS Semarang di Lapangan Rumput Sintesis, Joko Ribowo: Susah Buat Tumpuan

Kecelakaan PRT Semarang, Kedua Tangan Susi Diamputasi, Tersengat Listrik Saat Ambil Jemuran

"Pelaku diduga satu orang, pakai jaket merah, perawakan kecil, rambut pendek."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved