CPNS Kabupaten Kendal
Dua Hari di UTC Semarang, Ribuan Pelamar CPNS Kabupaten Kendal Jalani Tes SKD
Sekira 5.048 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 Kabupaten Kendal mengikuti tes Sistem Kompetensi Dasar (SKD).
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Sekira 5.048 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 Kabupaten Kendal mengikuti tes Sistem Kompetensi Dasar (SKD).
SKD CPNS Kabupaten Kendal itu berlangsung dua hari, yakni 19 dan 20 Februari 2020 di Hotel UTC Jalan Kelud Raya Nomor 2 Petompon, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.
Tiap hari, sekira 2.500 peserta CPNS mengikuti tes yang terbagi menjadi 5 sesi.
• Lima Rumah Warga Dusun Pulorejo Akhirnya Dapat Aliran Listrik, Sebelumnya Nyalur di Tetangga
• Jadi Jagoan PDIP di Kabupaten Semarang, Ngesti-Basari Tetap Buka Keran Komunikasi Politik
• Dihantui Cedera, Kedua Pemain PSIS Semarang Ini Terancam Absen Dua Laga Awal Liga 1 2020
• Besok Malam Debat Akademik Menyoal Pembebastugasan Dr Sucipto, BEM KM Unnes: Hadirkan Dua Panelis
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kendal, Cicik Sulastri mengatakan, tes tersebut untuk peserta yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi administrasi.
Sebelumnya, jumlah pelamar CPNS yang berminat di Kabupaten Kendal sebanyak 5.464 pelamar.
Namun hanya 5.048 peserta yang lolos seleksi administrasi.
"Kali ini di Kabupaten Kendal menetapkan sebanyak 285 formasi. Terdiri dari 154 formasi guru, 107 formasi kesehatan dan 24 formasi teknis," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (19/2/2020).
Deputi Pengawasan dan Pengendalian BKN RI, Otok Kuswandaru berpesan kepada peserta tes untuk tetap tenang dan fokus dalam menjalani serangkaian ujian.
Ia mengimbau agar semua peserta bisa menjaga kondisi kesehatan agar selalu bisa mengikuti tes dengan maksimal.
Mempersiapkan diri sebaik mungkin dan optimis mendapatkan hasil yang terbaik.
"Semua peserta patut bersyukur, karena pendaftaran era sekarang menggunakan digital semua dan terorganisasi, tidak manual lagi."
"Dengan memanfaatkan fasilitas negara digatapkan semua bisa serius dan keluarkan kemampuannya," terang Otok.
Kata Otok, proses seleksi CAT ini utamanya adalah basis akuntabilitas dan transparansi.
Semua peserta dipastikan berusaha sendiri untuk meloloskan diri dengan batas ketentuan nilai yang telah ditentukan.
"Jadi mereka semua tidak ada yang bisa menolong untuk lolos dalam seleksi CAT ini, kecuali dirinya sendiri, karena tes ini benar benar transparasi," terangnya.
• Berpisah Seusai Lima Tahun Berpasangan, Dedy Bakal Berkomunikasi dengan Yuni Soal Pilkada Sragen
• Dibuka Pendaftaran Sekolah Full Gratis di 2 Kampus SMK Negeri Jateng, Ini Syaratnya
• Menangkan Ngesti-Basari, DPC PDIP Kabupaten Semarang: Mesin Partai Sudah Siap Digerakkan
• Pasien Diamputasi Pasca Tersengat Listrik, RSUD Wongsonegoro Semarang Sebut Susilowati Bukan PRT
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/cpns-kabupaten-kendal.jpg)