Berita Demak
Puting Beliung Rusak Atap 30 Rumah di Karangrowo Demak, Warga: Kami Bingung Tidak Bisa Beli Genteng
Puting beliung menerbangkan sekitar 30 unit bangunan rumah dan fasilitas umum di Desa Karangrowo, Kabupaten Demak.
Penulis: Moch Saifudin | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Puting beliung menerbangkan sekitar 30 unit bangunan rumah dan fasilitas umum di Desa Karangrowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Kamis (20/2/2020).
Seperti halnya satu warga RT 3 RW 3, Sak Roni (42), dirinya kehilangan atap yang terbuat dari genteng sekira 1.000 buah dan 4 asbes atap penutup kamar mandinya.
• Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! 4 Orang Sekeluarga Tewas Tertimbun Longsor
• Alasan Kenapa Rakyat Bosnia Selalu Anggap Indonesia Saudara dari Jauh
• Insiden Liga Champion Tadi Malam, Dele Alli Marah Banting Botol Air Minum, Ini Kata Mourinho
• Zikria Dzatil Penghina Risma Bebas, Dengan Suara Bergetar : Saya Merasakan Kebaikan Bunda Risma
"Saya bingung, mau beli genteng tapi tak punya uang."
"Tadi pagi saja saya tidak jadi berangkat kerja," jelasnya kepada Tribunjateng.com saat membersihkan pecahan genteng di depan rumahnya.
Tulang punggung keluraga dari 5 jiwa tersebut hanya mengandalkan tenaga buruh tani untuk kesehariannya.
Ia menjelaskan, rumahnya yang berukuran sekira 6x12 meter tersebut tak lagi sepenuhnya bisa ditempati.
Lantaran basah akibat atapnya yang hilang sepertiganya.
"Keseluruhan genteng ini sekira 3,5 ribu."
"Perabot rumah tidak ada yang rusak, namun sebagian besar basah."
"Nanti malam mungkin untel-untelan tidur satu kamar," jelasnya.
Ia menjelaskan, hujan terjadi semalaman penuh sebelum puting beliung datang sekira pukul 04.30 WIB.
Puting beliung datang sekira lima menit.
"Suaranya kemrasak."
"Kami sekeluarga juga tidak bisa keluar lantaran juga hujan deras, namun alhamdulillah tidak ada yang terluka," jelasnya.
Ia menambahkan, saat puting beliung datang dirinya hendak mengeluarkan sepeda motor lantaran akan berangkat kerja.