Berita Demak
Puting Beliung Rusak Atap 30 Rumah di Karangrowo Demak, Warga: Kami Bingung Tidak Bisa Beli Genteng
Puting beliung menerbangkan sekitar 30 unit bangunan rumah dan fasilitas umum di Desa Karangrowo, Kabupaten Demak.
Penulis: Moch Saifudin | Editor: Daniel Ari Purnomo
Lanjutnya, sementara istrinya sedang menata sesuatu untuk dagangannya.
"Anak saya yang balita sedang tidur," jelasnya.
Ia menjelaskan, anaknya yang pertama sudah bekerja, sementara anaknya yang kedua masih dalam jenjang pendidikan sekolah menengah pertama.
Dia berharap kepada pihak terkait, agar bisa memperhatikan kesulitannya akibat bencana puting beliung yang menimpa keluarganya tersebut.
"Kalau misal ada bantuan, mohon dengan segera," harapnya.
Ia menjelaskan, rumahnya yang berjajaran dengan tiga rumah saudaranya pun sama, kehilangan atap sebagian dan tak bisa membeli atap secara langsung lantaran mengandalkan pekerjaan jasa tenaga kasar.
Ia menjelaskan, 4 rumah yang berada di RT 3 RW 3 tersebut merupakan satu keluarga dari mbah Kasminten (75) yang tinggal bersama dua putranya.
• Video Material Talut Longsor Jebol Dinding Mushola di Semarang
• Diguyur Hujan Semalaman, Kota Semarang Dilanda Banjir dan Tanah Longsor, Ini Lokasinya
• Heboh Foto Awan Menyerupai Pusaran Angin di Langit Ungaran, BMKG Ungkap Nama Fenomena Itu
• Pencuri Bobol Minimarket Jalan Meranti Raya Banyumanik, Lima Slop Rokok Ludes
"Istri saya yang nomer lima."
"Si mbah juga mengungsi di rumah sebelahnya yang tak terdampak begitu parah," jelasnya.
Ia menjelaskan, pihak terkait yaitu Badan Penanggulangan Bencana Demak, Polsek Wonosalam, Koramil Wonosalam, sudah datang untuk mendata dan membantu membersihkan atap.
"Karena hujan turun lagi pihak kepolisian dan koramil turun dan pulang."
"Dari desa yang datang hanya pak RT."
"Belum ada bantuan yang datang," jelasnya.
Sementara warga lain RT 3 RW 3, Suprapti (40), juga merasakan hal sama.
Dirinya kehilangan genteng sekira 3.000 buah.