Berita Semarang
Ini 3 Golongan Darah yang Stoknya Makin Menipis di PMI Kota Semarang
Stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang menipis. Merujuk data rekap stok kantong darah UDD Kota Semarang
Penulis: iwan Arifianto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Semarang menipis.
Merujuk data rekap stok kantong darah UDD Kota Semarang, Jumat (21/2/2020) hingga pukul 12.00 WIB, tercatat golongan A 286 kantong, golongan B 564 kantong , AB ada 152 kantong, dan O sejumlah 313 kantong.
"Stok darah menipis sudah terjadi dua bulan terakhir.
• Sembilan Pemain Timnas Indonesia Dipulangkan Shin Tae-yong, Paling Banyak Asal Bali United
• Pengantin di Kudus Ini Kaget Usai Ijab Kabul, Tamu Tak Diundang Ini Bubarkan Resepsi Pernikahannya
• Innalillahi, Korban Rumah Roboh di Semarang Meninggal Susul Ayah, Luka Parah Pinggang dan Kaki
• Bahasa Indonesia Makin Mendunia, Digunakan Klub Kasta Kedua Spanyol Sapa Penggemar
Terutama untuk golongan A, AB dan O sedangkan golongan B masih relatif aman," ungkap Kabag pelayanan donor UDD Kota Semarang, Yusti Triwianti kepada Tribunjateng, Jumat (21/2/2020)
Dikatakan Yusti, stok darah menipis disebabkan oleh dua faktor, pertama karena momentum libur panjang di sejumlah Universitas di Kota Semarang.
Berikutnya karena faktor cuaca berupa hujan lebat yang sering melanda Kota Semarang sehingga para pendonor enggan mendonorkan darahnya.
"Jumlah para pendonor dari kalangan mahasiswa cukup signifikan bagi UDD, maka ketika mereka libur berpengaruh pula terhadap stok darah," katanya.
Kendati demikian, pihak UDD terus melakukan upaya-upaya agar menarik pendonor untuk mendonorkan darahnya.
Menurut Yusti ada berbagai langkah yang diambil, di antaranya gencar melakukan kegiatan jemput bola bagi pendonor dengan kegiatan donor darah di beberapa titik keramaian.
"Kami ketika stok darah aman hanya menyasar empat titik jemput bola menggunakan Mobile Unit (MU), namun saat stok menipis seperti ini kami tingkatkan menjadi enam titik," jelasnya.
Selain itu, UDD juga memanfaatkan momentum berupa kegiatan event ,semisal saat valentine UDD memberikan hadiah khusus berupa tas cantik dan satu tangkai bunga bagi para pendonor.
"Hadiah spesial ini khusus bagi pendonor sampai nanti tanggal 22 Februari 2020," terangnya.
Yusti menjelaskan jumlah permintaan darah di Kota Semarang perbulan rata-rata sebanyak lebih dari 2 ribu kantong.
Sedangkan setiap hari UDD rata-rata mampu mendapatkan 100 lebih kantong darah.
Kantong darah tersebut didrop ke 10 Rumah Sakit di Kota Semarang, permintaan paling banyak dari RSUP Kariad.
"Memang akhir-akhir ini ada peningkatan jumlah permintaan darah yang disebabkan karena meningkatnya jumlah pasien Demam Berdarah (DB), namun UDD mampu mengcover permintaan tersebut," katanya.
Sementara seorang pendonor, Aning (21) mengatakan, rutin mendonorkan darahnya ke UDD PMI Kota Semarang, apalagi mendengar informasi bahwa UDD saat ini masih kekurangan stok darah.
"Datang ke sini tadi bersama teman, semoga saja langkah kecil saya ini bermanfaat bagi orang yang membutuhkan," kata mahasiswi Undip ini. (iwn)
• Pemkab Karanganyar Dapat Bantuan 4 Sumur Baku Dari BBWS Bengawan Solo
• Bantu Tambah RTH di Semarang Barat, Nasmoco Beri 500 Bibit Pohon ke Kelurahan Salaman Mloyo
• Rektor Unnes Mangkir dari Debat Akademik, Panitia Dipaksa Pindah Tempat oleh Pihak Kampus
• Wabup Pekalongan Arini: Harus Adanya Kerjasama yang Inovatif dengan Pihak Luar