Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Matt Wright Gagal Tangkap Buaya Berkalung Ban, Putus Asa Kembali ke Australia

Satuan Tugas Penyelamatan Satwa Liar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah (Sulteng) menghentikan upaya untuk menangkap buaya berk

Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Buaya liar yang lehernya terlilit ban bekas terlihat di Sungai Palu, Sulawesi Tengah, pada 15 Januari 2020. 

TRIBUNJATENG.COM, PALU - Pencarian reptil yang terjerat ban itu dihentikan setelah upaya menangkapnya selama dua pekan tidak membuahkan hasil.

Satuan Tugas Penyelamatan Satwa Liar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah (Sulteng) menghentikan upaya untuk menangkap buaya berkalung ban di Sungai Palu.

"Ya kita hentikan dahulu perburuan buaya berkalung ban di Sungai Palu itu selama jangka waktu belum diketahui," kata Ketua Satgas Penyelamatan Satwa Liar BKSDA Sulteng, Haruna di Palu, Jumat (21/2/2020).

Ini Biodata Pricilia Carla Yules Dinobatkan Menjadi Miss Indonesia 2020, Menang di Hari Ultah Ayah

Kisah Mertua Pantau Malam Pertama Anaknya Gara-gara Ngebet Punya Cucu, Sampai Ajari Cara Berhubungan

Bantahan Solida Soal Video Pengemasan Masker Diinjak-injak Tidak Steril

Kisah Janda Muda Tepergok Warga Berbuat Mesum dengan Bule Portugal di Rumah Kosong, Mandi Air Got

Meski belum menyebut secara pasti pencarian hewan itu kembali dimulai, BKSDA Sulteng memastikan tetap berupaya menangkapnya.

"Dan jika kalung ban tidak dilepaskan, bisa-bisa buaya itu mati," kata dia.

Haruna menyatakan, upaya menangkap hewan melata itu akan kembali berlangsung setelah dua pencinta buaya asal Australia, Matt Wright dan Chris Wilson, kembali.

 Wright dan Wilson, disebut Haruna, sudah berjanji tetap membantu penangkapan hewan malang itu.

"Dua ahli buaya dari Australia sudah kembali ke negaranya dan berjanji akan datang lagi untuk membantu satgas menangkap buaya di Sungai Palu," kata Haruna.

Selain itu, Wright juga berjanji memberikan pelatihan untuk BKSDA Sulteng soal cara menangkap buaya.

Buaya berkalung ban ini awalnya muncul pada 2016.

Kala itu upaya melepaskan ban sudah dilakukan.

Sejumlah warga yang tidak mempunyai keahlian soal buaya mencoba memancing buaya dengan menggunakan ayam hidup.

Pada 2018, seorang pencinta reptil bernama Panji juga sempat berupaya menangkap buaya berkalung ban di Palu.

Namun, upaya laki-laki yang dikenal lewat acara televisi Panji si Petualang itu tidak membuahkan hasil.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah telah beberapa kali mencoba melepaskan ban dari leher buaya tersebut. Namun, usaha itu juga belum berhasil.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved