Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita India

Kisah Zubair Lolos dari Maut Setelah Dikeroyok Puluhan Pemuda Bersenjata Besi di New Delhi India

Saat itu, Mohammad Zubair (37) sedang dalam perjalanannya pulang dari masjid lokal di wilayah Timur Laut New Delhi

REUTERS/DANISH SIDDIQUI
Muhammad Zubair (37) seorang muslim yang terluka setelah dipukuli oleh sekelompok pemuda yang meneriakkan slogan pro-Hindu selama kerusuhan yang disebabkan oleh Undang-Undang Kewarganegaraan di New Delhi, India. 

Seorang warga lokal bernama Dushyant mengaku, ia menghadiri perkumpulan ini untuk mengenang mereka yang tewas dan korban-korban yang dirawat di rumah sakit.

"Kami tidak akan lupa dari mana kebencian ini berasal. Kami juga tidak melupakan apa dampak kebencian ini pada negara," ucapnya dikutip dari The Wire.

Dushyang juga menyebut kerusuhan ini didalangi negara. Dia meminta keadilan ditegakkan bagi mereka yang kehilangan nyawa saat melakukan aksi.

"Hukum di Delhi berada di bawah pemerintah pusat. Dalam skenario terbaiknya, bisa saja hukum ini gagal mengadili atau memang dibuat sedemikian rupa demi persekongkolan," lanjutnya.

Kemudian seorang wanita yang enggan disebut namanya, mengatakan kepada The Wire bahwa dirinya mendengar orang-orang berkumpul untuk melakukan aksi protes sunyi, dan ia memutuskan untuk bergabung.

"Jadi aku bergabung, karena aku kecewa. Aku termasuk warga negara yang prihatin. Aku sudah melihat kerusuhan 1984, kerusuhan 2002 (di Gujarat), dan kali ini 2020. Ini seharusnya tidak terjadi," tuturnya.

Sementara itu Vani Subramanian yang merupakan anggota grup wanita Saheli Trust mengatakan, ini adalah unjuk rasa paling damai untuk hukum yang sangat diskriminatif.

"Mereka sangat menginspirasi, sangat menawan, unjuk rasa paling damai untuk menentang hukum yang diskriminatif," katanya.

"Dan ketika kamu merasa masih bisa melanjutkan hidup dalam suasana politik yang memanas ini, ketika rakyat bisa bersuara, kami dengar banyak ujaran kebencian menyelimuti ibu kota negara sebelum dan sesudah pemilu di Delhi."

"Jadi sekarang kita melihat peristiwa ini dan polisi cuma melihatnya tanpa menolong. Lantas apa yang bisa dilakukan seorang rakyat biasa?" lanjutnya.

Para "demonstran sunyi" ini duduk di dekat barikade polisi yang menutup akses masuk ke monumen. Inspektur Polisi Jagvir Singh mengungkapkan, sudah ada aturan di India untuk menutup pintu masuk ke India Gate mulai pukul 19.30 malam selama musim dingin.

Meski demikian sejumlah polisi tetap berjaga di lokasi kegiatan. Lilin-lilin kemudian dinyalakan para peserta aksi untuk melangsungkan kegiatan, tepat di luar barikade polisi.

Kerusuhan terjadi di New Delhi, India

Kerusuhan merebak mulai Minggu (23/2/2020) dan sampai hari ini (26/2/2020) telah menewaskan 23 orang, menurut laporan dari BBC.

Dari 13 korban tewas, seorang polisi dinyatakan gugur. Dia bernama Ratan Lal.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved