Berita India
Kisah Zubair Lolos dari Maut Setelah Dikeroyok Puluhan Pemuda Bersenjata Besi di New Delhi India
Saat itu, Mohammad Zubair (37) sedang dalam perjalanannya pulang dari masjid lokal di wilayah Timur Laut New Delhi
Selain itu, ada seorang reporter saluran lokal India JK 24x7 yang tertembak dan dua wartawan NDTV yang dipukuli.
Korban sipil lainnya adalah pengemudi becak mobil, Shahid Alvi yang tewas karena tertembak peluru.
Selain itu, seorang warga bernama Rahul Solanki juga mati ditembak ketika mencoba melarikan diri dari kerumunan.
Saudaranya, Rohit menjelaskan kalau Rahul telah berusaha dibawa ke empat rumah sakit namun ditolak.
Perselisihan pertama kali bermula pada Minggu (23/02/2020) antara demonstran pendukung (Hindu) dan penolak CAA (Citizenship Amandment Act) yang beragama Islam.
Bentrokan ini terjadi selama kunjungan resmi pertama presiden AS Donald Trump ke India.
Peristiwa bentrok terjadi di pusat mayoritas Muslim yang berdekatan dengan Timur Laut Delhi, sekitar 18 kilometer dari pusat ibukota.
Di mana di sana terdapat pertemuan Trump dengan para pimpinan India, diplomat dan pelaku bisnis. CAA yang anti-Muslim menimbulkan protes masif sejak akhir tahun kemarin dan berujung pada kekerasan.
Ketika ditanya tentang bentrok yang terjadi saat kunjungannya, Trump hanya mengatakan itu hak pemerintah India dalam penanganannya.
Kerusuhan ini cukup membuat malu Perdana Menteri India, Narendra Modi yang telah menjauhkan perhatian juga kunjungan Trump di India.
Insiden Selasa (25/02/2020) sore juga menunjukkan adanya perusakan masjid di wilayah Shahadra.
Para perusak berusaha mengoyak simbol bulan sabit dari atas menara. Kekerasan ini dipicu oleh Kapil Mishra, ketua BJP (Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata), yang mengancam kelompok pemrotes penentang CAA selama akhir pekan.
Dia mengatakan kepada mereka bahwa mereka akan diusir secara paksa begitu presiden Trump meninggalkan India.
Juru bicara Kepolisian Delhi, MS Randhawa memberitahukan bahwa situasi terkendali dan "sejumlah polisi" telah dikerahkan.
Namun massa terus meneriakkan slogan dan saling melempar batu. Randhawa kemudian mengatakan bahwa polisi telah mengerahkan drone untuk memindai rekaman kamera CCTV.