Berita Jateng
Dari 2016 Produksi Jahe di Jawa Tengah Terus Menurun Tiap Tahunnya
Sejumlah komoditas tanaman bioframaka atau rempah-rampah di Jateng mengalami penuruan.
Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah komoditas tanaman bioframaka atau rempah-rampah di Jateng mengalami penuruan.
Dari lima komoditas tanaman biofarmaka, yaitu jahe, kunyit, kapulaga, lengkuas dan kencur. Jahe mengalami penuruan paling besar.
Di mana pada 2016 silam produksi jahe di Jateng mencapai 48 ribu ton, jumlah itu menurun menjadi 45 ribu ton pada 2017.
• Kepolosan Siswi SMP Serahkan Diri ke Polisi, Mengaku Sudah Membunuh Anak Kecil dalam Lemari
• KSAD Andika Perkasa Bengong Tahu Alasan Pria Ini Masuk TNI, Fisik Diragukan, Kaget Tahu Keahliannya
• Baim Wong Dapat WhatsApp dari Pencuri Motornya yang Kini di Penjara: Saya Nggak Bales
• Kisah Tragis: Seorang Ibu Histeris Melihat Anaknya yang Masih PAUD Terlindas Trailer di Depannya
Menurut Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono, produksi jahe kembali menurun pada 2018.
"Pada 2018 produksi jahe di Jateng kembali turun menjadi 39 ribu ton, penurunannya mencapai 6 ribu ton," tuturnya, Jumat (6/3/2020).
Dilanjutkannya, dengan total produksi 39 ribu ton, jahe masih mendominasi produksi tanaman biofarmaka di Jateng hingga kini.
"Kabupaten Semarang penyumbang produksi jahe terbesar di Jateng, data terakhir kami pada 2018, Kabupaten Semarang menghasilkan 8,16 ribu ton jahe," jelasnya. (bud)
• 1.200 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Karanganyar, Ini Pesan Bupati
• Direktur RSUD Dr Loekmonohadi Kudus Sebut Cuma 2% Pasien Virus Corona yang Meninggal Dunia
• Merebaknya Virus Corona, Udinus Semarang Imbau Civitas Akademika Tahan Diri ke Luar Negeri
• Wabah Virus Corona, Produsen Minuman Rempah di Pekalongan Kewalahan Terima Order
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/minuman-pembersih-ginjal-secara-alamiah.jpg)