Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

Direktur RSUD Dr Loekmonohadi Kudus Sebut Cuma 2% Pasien Virus Corona yang Meninggal Dunia

RSUD Dr Loekmononohadi mengimbau masyarakat tidak perlu panik terhadap virus corona yang dinilai tingkat kesembuhannya mencapai 98 persen.

Tayang:
Penulis: raka f pujangga | Editor: muh radlis

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - RSUD Dr Loekmononohadi mengimbau masyarakat tidak perlu panik terhadap virus corona yang dinilai tingkat kesembuhannya mencapai 98 persen.

Direktur RSUD Dr Loekmonohadi Kudus, Abdul Aziz Achyar menjelaskan, virus corona memiliki tingkat kesembuhan yang lebih tinggi dibandingkan wabah virus H5N1 atau flu burung.

"Tingkat kesembuhannya itu mencapai 98 persen, hanya 2 persen yang meninggal dunia karena virus tersebut," ujar dia, Jumat (6/3/2020).

Kepolosan Siswi SMP Serahkan Diri ke Polisi, Mengaku Sudah Membunuh Anak Kecil dalam Lemari

KSAD Andika Perkasa Bengong Tahu Alasan Pria Ini Masuk TNI, Fisik Diragukan, Kaget Tahu Keahliannya

Kisah Tragis: Seorang Ibu Histeris Melihat Anaknya yang Masih PAUD Terlindas Trailer di Depannya

Baim Wong Dapat WhatsApp dari Pencuri Motornya yang Kini di Penjara: Saya Nggak Bales

Dia menjelaskan, ‎kasus korban meninggal dunia yang terjadi juga akibat pasien memiliki riwayat penyakit lainnya.

Sehingga masyarakat diimbau tidak mempercayai hoaks yang beredar melalui media sosial.

"Memang virus ini bisa menular dari manusia ke manusia, tetapi tidak lewat udara.

Melainkan lewat tetesan dari bersin atau batuk," ujar dia.

Pasien yang tengah dirawat ruang isolasi juga bukanlah suspect corona, melainkan pasien yang masuk dalam kategori pengawasan.

Meskipun hasil dari sampel pasien yang telah dikirimkan belum keluar, pihaknya menduga hasilnya negatif.

‎"Karena pasien ini punya riwayat perjalanan dari luar negeri, dengan ciri-ciri panas, batuk dan bronchopneumonia.

Makanya kami melakukan penanganan tersebut," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Joko Dwi Putranto mengatakan, masyarakat perlu menjaga pola hidup bersih dengan mencuci tangan secara teratur.

"Sebelum makan harus cuci tangan dulu biar bersih, bisa pakai air atau cairan pembersih," ujar dia.

Dinas Kesehatan Kudus juga mengajarkan kepada ratusan perangkat desa ‎cara mencuci tangan yang benar.

Cara tersebut diperagakan menggunakan lagu, dengan mencuci telapak tangan hingga sela-sela jarinya. (raf)

Merebaknya Virus Corona, Udinus Semarang Imbau Civitas Akademika Tahan Diri ke Luar Negeri

Wabah Virus Corona, Produsen Minuman Rempah di Pekalongan Kewalahan Terima Order

Ini yang Dilakukan Ganjar Pranowo Antisipasi Dampak Ekonomi Akibat Virus Corona di Jateng

Dampak Virus Corona, Harga Masker di Kota Salatiga Naik 100 Persen

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved