Senin, 8 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Boyolali

Begal Tusuk Perut Kiri Driver Grab Boyolali Pakai Obeng, Usus Terluka Parah dan Harus Dioperasi

Driver Grab Car yang menjadi korban pembegalan masih dirawat intensif di RSUD Pandan Arang Boyolali.

Tayang:
Istimewa/ Facebook
Kondisi Muryanto menunggu operasi usus di RSU Pandan Arang Boyolali. 

Saat memasuki wilayah Desa Salakan, pelaku mulai melakukan aksinya. 

Pelaku menjerat leher korban menggunakan kabel USB miliknya. 

Saat itu pelaku meminta barang-barang milik pelaku.

Pelaku pembegalan driver Go Car dipapah polisi yang berhasil ditangkap di daerah Desa Salakan, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Senin (9/3/2020).
Pelaku pembegalan driver Go Car dipapah polisi yang berhasil ditangkap di daerah Desa Salakan, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Senin (9/3/2020). (TRIBUNSOLO/ ADI SURYA)
Pelaku pembegalan driver Go Car dipapah polisi yang berhasil ditangkap di daerah Desa Salakan, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Senin (9/3/2020).
Pelaku pembegalan driver Go Car dipapah polisi yang berhasil ditangkap di daerah Desa Salakan, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Senin (9/3/2020). (TRIBUNSOLO/ ADI SURYA)
Barang bukti upaya perampokan Driver Grab Boyolali.
Barang bukti upaya perampokan Driver Grab Boyolali. (TRIBUNSOLO/ ADI SURYA)
Kondisi Muryanto menunggu operasi usus di RSU Pandan Arang Boyolali.
Kondisi Muryanto menunggu operasi usus di RSU Pandan Arang Boyolali. (Istimewa/ Facebook)

"Saya jerat pakai kabel data dan saya pukul, saya gores lehernya pakai obeng, perutnya juga," kata warga Desa Klumprit, Kabupaten Sukoharjo itu.

"Korban bilang supaya saya istighfar terus saya kendorkan," imbuhnya.

 Saat dikendorkan itulah korban mulai menghentikan mobil Suzuki Ertiga bernomor polisi AD 9175 MM itu di pinggir jalan desa setempat. 

Korban pun mencabut kunci mobil lalu lari ke rumah warga terdekat. 

P pun turut berlari mengejar korban yang mulai berteriak minta bantuan. 

Mengetahui kondisi tersebut, P memutuskan melarikan diri. 

Tak berselang lama P kembali lagi ke lokasi kejadian.

"Saya pun tidak tahu juga kenapa pikiran saya ke sana?"

"Pikiran saya cuma ingin memastikan korbannya bagaimana," aku P.

"Di kampung ada sepeda warga saya ambil buat balik ke TKP untuk memastikan korbannya bagimana, entah kenapa saya balik saja," tandasnya.

Ditinggal Teman

P menceritakan ulang sebelum peristiwa itu terjadi. 

Sumber: Tribun Solo
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved