Pilkada Jateng 2020

Tak Cocok dengan Calon Tunggal di Pilkada 2020, KPU Jateng Minta Warga Tak Golput: Ada Kotak Kosong

Jika tak setuju calon tunggal yang ada, dia punya kewenangan menggunakan hak pilihnya mencoblos kotak kosong, itu sah saja.

Tribun Jateng/ Hermawan Handaka
Talkshow Jateng Forum yang diselenggarakan media Kompas Gramedia: Tribun Jateng, Kompas TV, Kompas, dan Sonora di Studio Kompas TV, Rabu (11/3/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Memilih antara tidak menggunakan hak suara atau golput dan mencoblos kotak kosong merupakan hal yang berbeda.

Meskipun pemilihan kepala daerah (pilkada) diikuti calon tunggal atau satu pasangan calon, masyarakat tetap diminta tetap berangkat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menggunakan hak suara.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Yulianto Sudrajat saat talkshow Jateng Forum yang diselenggarakan media Kompas Gramedia: Tribun Jateng, Kompas TV, Kompas, dan Sonora di Studio Kompas TV, Rabu (11/3/2020).

Beli Honda Jazz Cash tapi Mobil Malah Ditarik Debt Collector, Ihsan Lapor ke Polsek Gemolong Sragen

Dul Jaelani Mundur dan Bungkam Soal Tiara : Saya Mundur Tak Ingin Ganggu & Hargai Kekasih Tiara

Gagal Rampok Mobil, Begal Jerat Leher Driver Grab Boyolali Pakai Kabel USB dan Tusuk Perut Sisi Kiri

Gaji Buruh Cuci Sebulan Rp 1,3 Juta Lenyap Dijambret di Pedurungan Semarang, SF Menangis Sejadinya

"Ketika ada calon tunggal, masyarakat juga tetap harus demokratif."

"Jika tak setuju calon tunggal yang ada, dia punya kewenangan menggunakan hak pilihnya mencoblos kotak kosong, itu sah saja," kata Drajat, panggilannya.

Dari 21 daerah yang akan menyelenggarakan pilkada, beberapa di antaranya diprediksi hanya diikuti pasangan calon tunggal.

Untuk memberikan ruang pilihan kepada masyarakat, meskipun hanya ada calon tunggal, nantinya di surat suara tetap ada kolom untuk 'pasangan' kotak kosong.

Menurutnya, dinamika politik seperti adanya paslon tunggal di pilkada selalu ada.

Berapapun pasangan calon, bagi KPU tidak masalah.

Ketua KPU Jateng, Yulianto Sudrajat.
Ketua KPU Jateng, Yulianto Sudrajat. (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)

"Tugas kami menyelenggarakan pemilihan sebaik-baiknya."

"Prinsip kami melayani peserta pemilu adil dan memastikan masyarakat menggunakan hak pilih sesuai regulasi yang ada," tegas mantan Ketua KPU Sukoharjo itu.

Tantangan jika ada paslon tunggal, lanjutnya, yakni memberikan sosialisasi dan meyakinkan pemilih bahwa meskipun ada paslon tunggal, tetap memiliki kewenangan memilih jika tak sepakat dengan calon tunggal yang ada.

"Kami memberikan ruang eksekusi pilihan, jika calon dianggap baik, pastinya akan dipilih lagi, sesuai kedaulatan mereka," tandasnya.

Adanya paslon tunggal, kata dia, berdampak pada animo masyarakat untuk pergi ke TPS.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved