Berita Jateng
Uri-uri Budaya, Cara Kesbangpol Jateng Kuatkan Kerukunan Antar Warga
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah terus menguri-nguri budaya daerah melalui gelar seni budaya.
Penulis: Moch Saifudin | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah terus menguri-nguri budaya daerah melalui gelar seni budaya.
Kali ini Kespangpol Jateng menggandeng Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) memfasilitasi siswa SD Banjarejo, Kecamatan Guntur Demak menunjukkan pertunjukkan kesenian daerah dalam gelar seni budaya.
"Mengembangkan seni budaya lokal di tengah pengaruh informasi yang dapat mempengaruhi dan membentuk generasi saat ini melalui media sosial," jelas Kabid Ketahanan Bangsa Kesbangpol Jateng, Siswadi Suryanto, melalui Kasubid Ketahanan Seni Budaya Agaman dan Kemasyarakatan Kesbangpol Jateng, Prayitno Suyatno, Kamis (12/3/2020).
• Menteri Nadine Dinyatakan Positif Virus Corona, Jalani Isolasi Secara Mandiri
• Kabar Terbaru Lydia Pratiwi yang Dipenjara Karena Bunuh Kekasih, Jadi Mualaf dan Akan Segera Bebas
• Bripka Asep Polisi yang Viral Jadi Imam di Sel Tahanan Dipanggil Kapolri, Langsung Dapat Tawaran Ini
• Kisah AKP Sutono Kejar Mobil Terobos Lampu Lalulintas di Pekalongan, Ternyata Bawa Wanita Sakit
Selain itu, lanjutnya, upaya gelaran seni budaya untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh dalam rangka membantu Indonesia maju.
"Dengan mengenal budaya kita akan rukun guyub dan semakin mengokohkan persatuan bangsa," jelasnya.
Prayitno melanjutkan, kegiatan seperti ini sudah dilaksanakan tahun ke 8, yakni sasarannya pelaku seni di Jawa Tengah yang membuktikan Jawa Tengah tidak ketinggalan dalam upaya pelestarian budaya lokal.
Pihaknya ingin menyampaikan bahwa Jawa Tengah melalui uri-uri budaya lokal berupaya merekatkan suatu bangsa dan kesatuan, baik dalam kehidupan sehari-hari, bermasyarakat dan berpijak pada negara.
Lanjutnya, baik tingkat SD, SMP, SMA dan lintas generasi kepemudaan lainnya.
"Melalui budaya kita semakin guyub, semakin rukun, semakin harmonis, kuat dan mempererat persaudaraan kita sebagai Indonesia satu. Dengan budaya kita bisa maju," jelasnya.
Sementara Kabid Apresiasi Seni dan Budaya PAPPRI Jateng, Ping Arifin mengatakan, PAPPRI dalam hal ini menyoalisasikan hari musik nasional yang disahkan presiden pada 9 Maret.
Ia menjelaskan, DPP PAPPRI mengusulkan hari musik sebagai hari musik nasional pada 9 Maret lantaran bertepatan dengan hari perayaan lahirnya pencipta lagu indonesia raya WR Supratman.
"Hari musik pertama disahkan presiden melalui perpresnya nomer 10 di Istana Bogor 9 Maret 2017," jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa menampilkan berbagai pertunjukkan, kuda lumping, rebana, dan berbagai tarian. (ivo)
• KONI Desak Pemkot Semarang Perbanyak Sport Center untuk Tingkatkan Daya Saing dan Prestasi Atlet
• Warga Kota Semarang Bisa Nikmati Layanan Mobil Ambulance Baznas, Gratis
• Warga dari 3 Negara Ini Akan Langsung Dipulangkan Apabila Masuk ke Kota Semarang
• Segini Tarif Pijat Plus-plus Khusus Gay yang Dibongkar Anggota Ditreskrimsus Polda Jateng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kesbangpol-jateng-menggelar-seni-budaya-daerah-di-sdn-banjarejo-kecamatan.jpg)