Breaking News:

Berita Salatiga

Unik Cara Lurah di Salatiga Ini Ajak Warga Peduli Lingkungan, yang Mau Nikah Wajib Bawa Pohon

Pemerintah Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga menerapkan kebijakan menarik bagi warga yang akan mengurus surat nikah maupun akta k

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Seorang warga Kampung Grogol Rt 1/ Rw 7 Kelurahan Blotongan Dini Susilowati (35) saat melakukan pengurusan administrasi di Kelurahan Blotongan, Kota Salatiga, Jumat (13/3/2020). TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Pemerintah Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga menerapkan kebijakan menarik bagi warga yang akan mengurus surat nikah maupun akta kelahiran.

Dalam surat yang diterbitkan kepada para Ketua RT/RW tertanggal 11 Maret 2020, disebutkan setiap pemohon akta kelahiran atau pengantar nikah diwajibkan membawa bibit pohon ke kelurahan.

Lurah Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga Aditya Bagas Ranggajaya mengatakan persyaratan membawa pohon itu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Resmi Diumumkan, Mulai April Karyawan Bergaji hingga Rp 16 Juta Per Bulan Bebas Pajak Penghasilan

Kamar Tidur Rasanya Berputar dan Saya Sulit Bernafas, Cerita Mantan Pasien Positif Corona

Pengasuh Pondok Pesantren di Kab Semarang Nikahi Anak 7 Tahun, Anak Tetap Tinggal dengan Orangtuanya

Bripka Asep Polisi yang Viral Jadi Imam di Sel Tahanan Dipanggil Kapolri, Langsung Dapat Tawaran Ini

"Kami tidak bermaksud mempersulit, tetapi ini untuk mendukung program Blotongan Hijau," terangnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (13/3/2020)

Menurut Rangga, apabila warga saat mengurus administrasi terkait dua hal tersebut tidak membawa bibit pohon maka proses pengurusan surat tersebut akan ditunda 3 hari.

Ia menambahkan, program Blotongan Hijau telah mulai disosialisasikan sejak tahun 2019 lalu.

Atas keterbatasan jumlah bibit yang tersedia di kelurahan untuk sementara warga diharuskan membeli secara mandiri.

"Soal ini sudah saya rapatkan bersama warga dan mereka tidak merasa keberatan.

Karena kalau membeli bibit buah maksimal hanya Rp 10 ribu," katanya

Dikatakannya, bibit pohon yang disiapkan kelurahan sementara masih menunggu adanya bantuan dari dinas terkait.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved